Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene menyebut, ada tiga agenda yang dibawa Jokowi dalam KTT APEC. Pertama, terkait terbentuknya suatu masterplan konektivitas, atau keterhubungan, antara negara-negara APEC.
Keterhubungan itu, dijelaskannya, sejalan dengan prioritas Indonesia yang dicanangkan oleh presiden, yang kunci utamanya terletak pada pengembangan infrastruktur.
“Kedua, Presiden akan membawa isu maritim. Jadi dalam kerjasama APEC, Indonesia mendorong agar kelautan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan berbagai kerja sama di berbagai bidang,” jelasnya
Kemudian ketiga, Jokowi akan bicara tentang pengembangan produk, terutama yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, khususnya produk-produk yang menjadi kepentingan Indonesia.
Setelah menghadiri KTT APEC, Jokowi juga dijadwalkan akan menghadiri ASEAN Summit di Myanmar dan KTT G20 di Australia. (bbi/age)








