BBInews/ Shanghai – Setelah
menaklukkan langit dengan hotel terbesar keempat di dunia, para arsitek
di belakang Burj Al Arab di Dubai, yakni Atkins, bekerja ekstra keras
merampungkan proyek yang dinilai sangat inovatif, yakni InterContinental
Shimao.Konsultan
arsitektur asal Inggris tersebut telah merancang sebuah hotel mewah
senilai 345 juta poundsterling atau setara Rp 6,5 triliun. Tidak seperti
hotel pada umumnya, yang satu ini justru unik, bangunannya berada di
bawah tanah bekas galian tambang dengan kedalaman 100 meter di dasar
Gunung Tianmenshan, distrik Songjiang, kawasan pinggiran Shanghai,
China.Hotel
bawah tanah ini akan dikelola oleh rantai internasional
InterContinental. Bangunannya terdiri atas 19 lantai, dua lantai di
antaranya akan berada di bawah air dan menampilkan akuarium dengan
dinding kaca ke sebuah restoran dan kamar tamu, ditambah kolam renang
dan pusat olahraga.
InterContinental Shimao berisi 380 kamar yang Namun, untuk dapat menikmati
dilengkapi dengan restoran, ruang perjamuan, dan fasilitas bisnis.
Tarif yang ditawarkan mulai dari 200 poundsterling (Rp 3,8 juta) per
malam. Dari atas tanah tampak struktur raksasa ini dirancang untuk berbaur dengan lanskap ramah lingkungan beratap hijau. Di
area tersebut, para tamu dapat melakukan aktivitas olahraga air di
danau dan menggunakan tebing untuk kegiatan bertualang seperti panjat
tebing dan bungee jumping.
pengalaman berbeda dan nuansa unik tersebut, tamu harus menunggu sekitar
satu tahun lagi. Pasalnya, InterContinental Shimao baru beroperasi pada
awal 2015 mendatang.
Sumber : www.bloomberg.com, www.cntraveler.com








