Snoop Dogg, Rapper Amerika Percaya Iblis itu Ada dan Sosoknya Seperti Presiden

koki duit

Dalam satu wawancara, secara terbuka rapper legend Amerika bernama Snoop Dogg mengakui bahwa dia percaya tentang keberadaan setan atau iblis dan yang mengejutkan dia mengatakan bahwa setan atau iblis itu gambarannya adalah seperti sosok presiden. Bagaimana ceritanya dan apa maksud sang rapper?

Pernyataan Snoop Dogg tentang “Devil” dan “President” itu sebenarnya merujuk pada lirik dalam lagunya yang berjudul “Murder Was the Case” (1994).

Bacaan Lainnya

Konteksnya jauh lebih dalam daripada sekadar pernyataan politik atau agama; itu adalah bagian dari narasi storytelling dalam albumnya. Berikut adalah latar belakang mengapa dia menggunakan perumpamaan tersebut:


1. Konteks Lagu “Murder Was the Case”

Lagu ini menceritakan kisah fiksi (semi-autobiografi) di mana Snoop tertembak dan berada di ambang kematian. Dalam liriknya, dia menggambarkan dirinya membuat “perjanjian” dengan iblis untuk menyelamatkan hidupnya.


I’m fresh out of hope / Only if the devil was the president, I’d probably be his vice”

 

2. Mengapa Membandingkan dengan Presiden?

Snoop menggunakan metafora ini untuk menggambarkan kekuasaan dan kontrol:

Sistem yang Rusak: Di komunitas tempat Snoop tumbuh (Long Beach era 90-an), ada rasa ketidakpercayaan yang besar terhadap otoritas dan pemerintah.

Kekuasaan Absolut: Mengatakan “Iblis adalah Presiden” adalah caranya mengkritik dunia yang dia lihat sebagai tempat yang gelap dan korup, di mana kejahatan seolah-olah memegang kendali atas segalanya.

Survival: Dia memposisikan dirinya sebagai orang yang harus melakukan apa saja—bahkan berurusan dengan sisi gelap—hanya untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras.

3. Realitas vs. Persona Panggung

Penting untuk diingat bahwa Snoop Dogg sangat mahir dalam menggunakan citra provokatif.

Gimmick: Di era 90-an, rapper sering menggunakan tema gelap atau okultisme untuk menambah dramatisasi pada cerita “gangsta rap” mereka.

Pertobatan: Dalam versi film pendek dari lagu tersebut, karakternya akhirnya menyesali pilihannya. Di kehidupan nyata, Snoop sering berbicara tentang iman dan bahkan sempat merilis album Gospel berjudul Bible of Love pada tahun 2018.


Singkatnya: Itu adalah metafora tentang betapa gelapnya kehidupan jalanan yang dia alami, di mana kekuasaan (President) dan kejahatan (Devil) seringkali terasa tidak ada bedanya bagi orang-orang yang terpinggirkan. (bbi/fan)

Editor : Stephfanny Liem

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60