Gold Today, Rabu (26/11). Tentu emas akan sangat melemah jika Amerika mempercepat kenaikan suku bunga bank Amerika. Sebaliknya, emas tentu akan menguat jika Eropa, Jepang dan China menjalankan program stimulus di kawasannya masing-masing. Pemberian stimulus tentu akan melemahkan mata uang dan menarik minat investor untuk memilih emas sebagai pilihan investasi yang lebih aman. Nah, lalu emas akan menguat atau melemah?
Tahun 2014 ini, emas tercatat hanya sedikit berubah setelah sempat merosot ke level terendah dalam tiga dekade terakhir. Saat The Fed menghentikan stimulus dan bersiap menaikkan bunga bank di tengah membaiknya ekonomi AS, pada saat yang sama bank sentral lainnya meningkatkan stimulus moneternya. Presiden European Central Bank Mario Draghi mengatakan pada pekan lalu bahwa ECB akan memperluas pembelian aset jika di perlukan, sementara Bank of Japan pada bulan lalu meningkatkan jumlah pembelian obligasi pada tingkat tahunan ke rekor tertinggi.
“Kami perkirakan perbedaan kebijakan moneter antara AS dan negara ekonomi utama lainnya akan berkelanjutan, itu akan mempertahankan bullish pada dollar dan membebani emas,” kata Lv Jie, analis di Cinda Futures Co. di Hangzhou seperti ditulis CNBC pada hari ini. “Akan tetapi kami melihat beberapa minat beli pada ketika emas berada di level rendah, itu cukup membantu berikan dukungan ke pasar.”
Di China, yang merupakan konsumen terbesar di dunia, nilai impor emas dari Hong Kong naik untuk bulan ketiga di bulan Oktober, menurut laporan dari departemen statistik Hong Kong kemarin. Volume untuk kontrak patokan di Shanghai Gold Exchange’s telah melampaui rata-rata harian pada tahun ini untuk sekitar 14,877 kilogram per harinya sejak 8 Oktober sampai kemarin.
Sementara itu, analis RBC Capital Markets George Gero masih yakin dengan prospek emas di tahun 2015. “Penurunan harga dari level $1900-an ke $1150-an merupakan kejatuhan yang tajam. Ini merupakan cerminan keluarnya dana dari emas menuju aset investasi yang lebih baik seperti saham ataupun obligasi,” ujar Gero ketika diwawancarai oleh CNBC.
Meski demikian, Gero melihat pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut yang masih dan akan dijalankan oleh Eropa, Cina, dan Jepang akan memberikan sentimen positif untuk emas di tahun 2015. Gero memprediksikan harga emas dapat mencapai $1300 atau $1400 dalam satu tahun mendatang. Benarkah? (bbi/age)
Untuk bisa melihat harga emas secara update dan mendapatkan free demo account, silahkan klik disini.
Berikut ini Trading Plan Gold Rabu, 26 November 2014:
- Buy Stop = R1 = area 1203.25
- Sell Stop = S1 = area 1193.00
- TP 2-3 pips SL -3 pips
- No SL = Trailling Stop 200
- 03.00 / GMT +7 / Order Delete
Mr. I Care
The Best Investment Care
08213 9009 710
PIN 29FCF486
icare@bincangbisnis.com
Disclaimer: Transaksi komoditi, forex, indeks, option disamping memiliki peluang keuntungan yang besar juga mengandung resiko kerugian yang besar. Pelajari sistem, metodologi dan segala mekanisme transaksinya secara mendalam. Rencanakan segala transaksi Anda, hitung kebutuhan modal, target keuntungan dan manajemen resikonya.
Gold Today. Berisikan berita, analisa, prediksi dan ilustrasi trading plan gold untuk hari ini. Trading plan disusun berdasarkan teori dasar daily support resisstance dengan target keuntungan (take profit), batasan resiko kerugian (stop loss) dan trailling stop untuk mengunci keuntungan. Disusun oleh Mr I Care Bincang Bisnis Indonesia.








