Yahoo! Inc (NASDAQ;YHOO) yang pada bulan September 2013 meluncurkan layanan streaming the Yahoo Screen App, tapi koleksi konten yang dimiliki masih kurang bila dibandingkan dengan YouTube dan Vimeo. Namun, para analis memperkirakan Yahoo akan memiliki katalis laba positif melalui IPO Alibaba (Yahoo memiliki saham 22,6% di Alibaba).
Yahoo perlu menjual sebagian dari persentase kepemilikan tersebut pada hari IPO. Carlos Kirjner, dari Sanford C. Bernstein & Co memperkirakan bahwa Yahoo akan menghasilkan $ 12 milyar tunai dari IPO Alibaba tersebut. Perusahaan menyebutkan bahwa pembelian kembali saham adalah salah satu prioritasnya, dan para analis berpikir Yahoo akan menggunakan dana hasil dari penjualan 2/5 kepemilikan saham di Alibaba untuk membeli konten layanan video streaming.
Yahoo akan memiliki $ 12 billion di rekening bank-nya, posisi yang cukup menguntungkan untuk membayar penawaran konten secara besar-besaran. Dengan asumsi Yahoo akan terus membangun konsep live programming, dan Yahoo kemungkinan akan mengungguli lawan-lawannya dalam penawaran. Harga iklan untuk video online lebih tinggi di tiap kategori, oleh karena itu konsep yang akan diterapkan oleh Yahoo kemungkinan besar akan menghasilkan keuntungan.
Saham Yahoo! Inc (NASDAQ;YHOO) ditutup dikisaran harga $36,99 harga tertinggi dalam 52 pekan sesi ada dikisaran $41,72 dan terendahnya di $23,82. Positif pada fundamental internal tidak buat teknikalnya, ini yang para analis khawatirkan, ditambah lagi dengan fundamental umum bursa yang terus mengangkat Dow tapi tidak kuat untuk mempertahankannya, dilain kata bahwa pergerakan bursa saat ini sangat rentan terhadap isu koreksi, bila terjadi area kritis saham Yahoo berada dikisaran $30,00 sampai $31,00 bila tembus akan terus testing ke area $25,55. [bbi/age sumber strategydesk]









