Samsung Electronics beberapa waktu yang lalu berniat akan berinvestasi dengan membangun pabrik ponselnya di Indonesia. Namun, pihak Samsung sendiri telah berkata lain.
Pasalnya, Samsung Electronics menolak membatalkan permintaan pemerintah untuk membangun pabrik ponselnya di Indonesia. Samsung Electronics lebih memilih Vietanm dan China untuk akan membangun pabrik smartphonenya di kawasan itu.
Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional (TPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahajana mengaku tidak tahu alasan Samsung memilih Vietnam.
“Saya tidak tahu alasan Samsung memilih Vietnam. Tapi, saya kira sama saja seperti BlackBerry (RIM) yang memilih Malaysia,” kata Agus.
Lebih lanjut lagi, Agus juga menyayangkan keputusan Samsung tersebut mengingat Menperin sebelumnya terus melobi Samsung untuk menanam modal di Tanah Air.
Diketahui saat ini nilai impor ponsel Indonesia mencapai US$ 4,5 miliar. Dari jumlah itu sebanyak US$ 1,2 miliar dikontribusikan oleh Samsung. Impor handphone Indonesia setiap tahun mencapai 50 juta unit.
Disinyalir dengan adanya peraturan Permendag RI Nomor 82/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handled), dan Komputer Tablet juga berdampak kepada Samsung Electronics Indonesia.
Kini tinggal Foxconn yang masih bertahan untuk berniat membangun pabriknya di Indonesia pada 2014 mendtang. Meskipun demikian, saat ini Foxconn juga masih melakukan komunikasi dan kerjasamanya dengan mitra lokal di Indonesia. [bbi/abr sumber: harianti.com]








