
Tips P3K:Hal sepele yang dilakukan pada saat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
atau yang biasa disingkat dengan P3K (dan lebih dikenal dengan singkatannya)
seringkali justru menentukan mati hidupnya korban atau pasien. Tips P3K ini
dipersembahkan oleh Happy Family Club dan DokterSehat.com
Kejang digolongkan menjadi 2, yakni:
kejang sebagian dan kejang umum. Kejang sebagian merupakan perwujudan dari
gangguan sebagian kecil saraf di otak. Sedangkan kejang umum merupakan
perwujudan dari gangguan menyeluruh pada saraf di otak. Kejang tipe ini dapat
mengakibatkan pasien hilang kesadaran dan harus segera diberikan bantuan medis.
Berikut beberapa gejala umum dari
kejang:
- Seluruh badan kaku
- Hilang kesadaran
- Tidak terkontrolnya gerakan-gerakan yang terjadi
tiba-tiba - Terjatuh
- Menangis kuat
Setelah terjadi kejang dapat timbul
gejala seperti otot-otot menjadi lebih lunak dan beberapa kasus pasien sakit
kepala, mengantuk, dan lupa dengan kejadian sebelumnya. Durasi terjadinya
kejang bisa berbeda-beda antara 1 sampai 5 menit, sementara kejang demam bisa
sampai 10 menit.
Penyebab
Beberapa etiologi kejang adalah:
- Demam tinggi pada anak-anak. Jenis kejang ini
disebut kejang demam yang biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan samapi 4
tahun. Kejang jenis ini tergolong tidak berbahaya. - Epilepsi adalah gangguan pada otak. Pada
penderita epilepsi kejang merupakan gejala yang sering terjadi. - Cuaca panas
- Tersengat listrik
- Infeksi
- Racun
- Vaksinasi
- Reaksi atau overdosis obat
- Tidak diketahui
Pencegahan Kejang Demam
Saat terjadi demam tinggi lakukan
tindakan yang dapat menurunkan demam seperti memberikan obat antipiretik atau
bisa dengan mengompres pasien. Bahkan pada kasus yang lebih parah, penurunaan
panas yang tinggi dilakukan dengan merendam pasien di bak yang sudah dipenuhi
es. Namun, tindakan ini hanya dilakukan sebentar untuk mencegah hipotermi pada
pasien.
Tindakan yang harus dilakukan bila
anak demam antara lain:
- Gunakan baju yang tipis saja, jangan selimuti
anak. - Kompres dahi dan leher anak dengan air biasa
(tidak dingin dan tidak panas). Gunakan spons untuk membasahi kulit di
bagian tubuh lainnya. Jangan gosok dengan alkohol. - Bila diperlukan berilah parasetamol dan
asetaminofen dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan tiap kali minum. Jangan
berikan anak di bawah usia 19 tahun, aspirin atau obat yang mengandung
salisilat krena bisa menyebabkan komplikasi serius. - Usahakan demam turun hingga suhu tubuh lebih
rendah dari 38.9 C.
Pertolongan pertama saat menemui
pasien kejang:
- Jangan panik
- Lindungi kepala pasien dari trauma
- Hindari pasien dari jangkauan benda-benda tajam
- Longgarkan baju pada daerah leher
- Baringkan pasien dalam posisi miring agar cairan
dapat keluar dan tidak menghalangi saluran napas. - Segera bersihkan mulut bila ada benda asing
didalamnya - Jangan pegangi pasien yang sedang kejang
- Jangan menaruh benda di mulut untuk mencegah
lidah tergigit - Jangan beri obat, makanan atau minuman kepada
pasien selama kejang - Jangan siram pasien dengan air
Amati gejala-gejala dan durasi kejang yang terjadi
pada pasien guna dilaporkan kepada ahli medis. [bbi/dhe
sumber: DokterSehat.com]








