Menikmati Nasi Kebuli di Kampung Arab Sunan Ampel Surabaya

koki duit

Nasi kebuli adalah makanan timur tengah yang banyak dicari karena aromanya yang khas dan mampu mengenyangkan. Bagi sebagian orang, nasi kebuli dianggap masakan khas yang menyerupai nasi goreng. Sekilas memang tampilannya mirip, tapi untuk rasa dan aroma sangat berbeda.

Bagi yang pertama melihat nasi kebuli, tidak salah bila menyebutnya nasi goreng. Bila dirasakan, aroma kencur dan kunyit pada nasi kebuli begitu kuat. Berbeda dengan nasi goreng jawa yang lebih beraroma bawang. Sepintas bentuk nasi kebuli juga mirip dengan nasi briani, yang membedakan hanya warnanya, nasi briani berwarna lebih kuning. Nasi kebuli dan nasi briani sama-sama menggunakan lauk daging kambing, terkadang ada juga tempat makan yang menggunakan potongan daging ayam sebagai lauknya.

Bacaan Lainnya

Bahan dan bumbu nasi kebuli adalah bawang goreng, kayu manis, cengkeh, pala, kapulaga, bunga peka, serai, daun jeruk, dan minyak samin. Karena masakan khas Arab, maka menggunakan potongan daging kambing dan tulang muda sebagai lauknya.

Cara memasaknya pun sama, diawali dengan menumis bumbu hingga harum lantas memasukkan santan dan masak sampai jadi karonan. Setelah itu baru proses pengukusan sekitar 30 – 45 menit lantas dilanjutkan dengan menambah minyak samin, aduk rata, dan dihidangkan selagi hangat.

Jika Anda berjalan-jalan ke kawasan wisata religi Sunan Ampel Surabayatntu akan mencium aroma khas nasi kebuli. Aneka sajian kuliner khas arab yang cukup ‘langka’ juga bisa dijumpai.

Ada beberapa tempat makan timur tengah di sana yang namanya cukup kesohor. Ketika menjejakkan kaki di sana, selain depot Al Mutlik dan Depot Madinah, Resto/ depot Yaman jangan sampai dilewatkan. Kenapa demikian? Karena depot tersebut cukup dikenal masyarakat sekitar dan warga Surabaya sebagai penyedia makanan timur tengah jempolan dan cukup berpengalaman. Salah satunya adalah Restoran Yaman Kuliner di Jl. KH M Mansyur, Surabaya. Pemiliknya wanita keturunan Arab yang akrab dipanggil Umi Sundus.

Masuk restoran ini sudah terasa bau harum dari kambing yang dioven. Meja kayu dan kursi lipat tertata sederhana di restoran yang menyerupai gedung tua bekas hotel. Resto ini menyediakan nasi kebuli krengsengan kambing. Daging kambing cukup banyak. Nasi juga banyak. Harga cukup terjangkau.

Bisnis Tour And Travel Bincang Bisnis Indonesia

Seperti kata kalimat iklan, rasa memang tak pernah bohong bisa dibuktikan. Ternyata, nasi kebuli kambing ini bikin goyang lidah, karena rasanya gurih juga mempunyai aroma khas. Begitu juga dengan kambing goreng sebagai pasangan santap nasi kebuli, empuk dan lezat. Apalagi disantap dalam keadaan panas yang disertai butiran-butiran kismis di atasnya, wow rasanya semakin nikmat. Enak tuenan, nasi kebulinya gurih, daging pun nikmat dan mudah dikunyah karena empuk.

Memasak daging kambing menjadi empuk dan terasa nikmat memang ada resepnya. “Daging kambing supaya menjadi empuk harus dioven terlebih dulu, kemudian baru digoreng atau dibakar tergantung permintaan pengunjung,” jelas Mudjito, yang dipercaya pemilik depot, sebagai manajer resto.

Selama Ramadan, restauran yang buka dari pukul 16.00-22.00 ini menghabiskan sampai delapan kambing setiap hari. Satu porsi kambing oven dijual antara Rp 65 ribu hingga Rp 72 ribu. Sedangkan untuk nasi kebuli plus sepotong daging kambing seharga Rp 25 ribu. Di menu minuman, Umi Sudus menawarkan pelbagai jus buah.

Sekian dulu revie kuliner kali ini, karena rhamadhan maka temanya ga jauh-jauh dari Kampung Arab Ampel, Surabaya. Sampai jumpa di petualangan lidah berikutnya.

 

Dipersembahkan oleh

Bisnis Tour & Travel
081 233 262 202
PIN 259C5773
travl@bincangbisnis.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *