Berikut ini adalah berita, analisa dan prediksi tentang arah dan range pergerakan harga produk forex, indeks dan komoditi hari ini. Anda bisa mengembangkan tulisan ini sebagai informasi dan referensi dalam pembuatan trading plan. Semoga bermanfaat.
Mario Tekan Euro
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mendorong spekulasi, otoritas moneter melonggarkan kebijakan dengan mencetak uang lebih banyak. Untuk mengatasi inflasi yang masuk zona bahaya, ECB juga akan memangkas semua suku bunganya di bulan Juni dan ditandai langkah-langkah akan menawarkan pinjaman murah kepada bank sampai 1 triliun Euro. Ini seperti yang disampaikan Draghi dalam pidatonya di simposium Jackson Hole lalu. Tentu, ini akan semakin menekan mata uang euro lebih dalam lagi.
EUR/USD sempat mencapai level 1,3184 selama perdagangan sore di Eropa kemudian kembali melemah 0,31% di level 1,3199 mengarah ke area support di level 1,3105, dengan resistance tertinggi di level 1,3297.
Euro juga melemah terhadap pound, dengan EUR/GBP merosot 0,44% di level 0,7957.
Yellen Dongkrak Dollar
Dollar AS terdongkrak ke level tertinggi dalam 11 bulan terakhir terhadap mata uang euro. Spekulasi bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve menaikkan bunga tahun depan, mendorong investor berburu dollar AS dan mulai melepas emas. Ini seperti isi pidato Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming pekan lalu, ”Jika progress ekonomi berlanjut lebih cepat dari antisipasi, maka peluang peningkatan suku bunga sesegera dari ekspektasi saat ini menjadi mungkin”.
Emas dan Perak Menanti Dua Data High Impact Amerika
Jejak Emas masih dibayangi pola konsolidasi, kendati tendensi menurun masih pekat, sebagaimana terjadi pada Perak dan Minyak Mentah. Spekulasi yang menyebar di ranah pasar uang dan komoditi pasca Fed Minutes pekan kemarin, bahwa Fed berpeluang mendongkrak suku bunga sesegera mungkin cukup efektif meredam gerak Emas dan Perak.
Bahkan laporan Bloomberg terakhir pada tanggal 25 Agustus, mengabarkan bahwa para fund manager mereduksi posisi beli Emas untuk ketiga kalinya dalam empat pekan terakhir.
Dalam rentang transaksi 16 pekan, emas telah menyusut sebanyak 5%, berbarengan dengan data indikator ekonomi AS untuk item perumahan dan manufacturing yang tampil meyakinkan.
Frasa tersebut nampaknya menjadi garis batas yang tetap diperhatikan oleh para trader dan investor untuk setidaknya lebih hati-hati dalam merengkuh Emas, sebagai lindung nilai inflasi, sehingga sejauh ini Emas dan juga Perak belum beranjak dari tekanan jual.
Data vital yang akan menjadi titik atensi para trader dan investor komoditi hari ini adalah USD Durable Goods Order pada jam 19.30 WIB dengan estimasi naik 0.5% dari kenaikan sebelumnya 1.9%, disusul dengan publikasi USD CB Consumer Confindence pada jam 21.00 WIB dengan estimasi 89.1 dibanding data sebelumnya 90.9.
Jika kedua data berkualifikasi high impact terhadap gerak dollar tersebut berlabel “sangat memuaskan”, maka komoditi unggulan akan kembali tertekan.
Wall Street Dibuka Dow Jones Naik 0,38 Persen
Bursa Wall Street dibuka menunjukkan kenaikan yang moderat di level tertinggi pada perdagangan hari Senin, ditengah aktivitas pasar yang merasa khawatir tentang kelanjutan program stimulus moneter The Fed dan ECB.
Indeks Dow Jones naik 64,67 poin atau 0,38% di level 17,065.89, Indeks S&P 500 naik 8.29 poin atau 0.42% di level 1,996.69 dan Indeks Nasdaq Composite naik 26.17 poin atau 0.58% di level 4,564.72.
Sementara itu, para pelaku pasar beralih pada grennback setelah Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat bahwa ekonomi AS sudah mulai pulih dan pasar tenaga kerja juga telah membaik.
EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek meskipun dibutuhkan clear break di bawah area 1.3180 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area support 1.3145. Resistensi terdekat berada di sekitar 1.3255, dengan break konsistenn di atas area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 1.3285.
GBP/USD. Bias bearish dalam pendek terutama jika harga mampu break di bawah area 1.6540 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area support kunci 1.6495. Sebaliknya, hanya break kembali di atas area 1.6620 yang akan memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut untuk menguji ulang area 1.6685.
USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek meskipun dibutuhkan clear break area 104.20 untuk memicu tekanan bullish lanjutan menuju area resistensi kunci 104.50. Support terdekat berada di sekitar area 103.70, dimana break di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 103.25.
USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 0.9165 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9190. Support terdekat berada di sekitar area 0.9100, dimana gangguan konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9075.
AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu clear break kembali di bawah area 0.9270 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9240. Resistensi terdekat berada di sekitar area 0.9330, break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9360.
XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek dengan target menguji ulang area 1272. Break konsisten di bawah area itu bisa memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1258. Sebaliknya, hanya clear break di atas area 1285 yang dapat mengubah bias intraday kembali bullish untuk mengincar area 1291 sebelum menuju area 1298.
Hang Seng Futures. Bias bullish dalam jangka pendek dengan break konsisten di atas area 25260 akan mendorong keberlanjutan rally ke rekor tertinggi baru. Namun indikator stochastic yang telah overbought mensinyalkan potensi terjadinya koreksi ke area 25075, dimana clear break di bawah area itu bisa memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 24900 atau bahkan area 24850.
Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu clear break di atas 15630, yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut untuk menguji ulang 15695 sebelum menuju 15775. Sebaliknya, support terdekat berada di sekitar 15530. Penembusan konsisten di bawah area itu dapat memicu koreksi lebih tajam menuju 15450 atau bahkan 15380.
Kospi Futures. Bias masih netral dengan sedikit momentum bearish, dibutuhkan break ke bawah area 263.00 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 260.30. Sementara itu, break ke atas resisten terdekat di sekitar area 265.75 dapat mengubah bias harian menjadi bullish menuju area 269.10 dalam jangka pendek.
The Best Investment Care
PIN 29FCF486
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini hanya bersifat informasi saja. Mr I Care berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.









