Indonesia Peringkat Pertama Pengunduh Pornografi Anak di Internet

koki duit

 

Indonesia menempati urutan teratas dalam dunia maya terkait kasus kejahatan seksual anak child abous material dari negara-negara di dunia. Data Yayasan Parinama Astha menyebutkan 70 persen video kekerasan dan pornografi terhadap anak di upload dari Indonesia.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Parinama Astha, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, puluhan ribu kasus di sosial media itu mengejutkan sekali. Padahal di Bangladesh hanya ada tiga ribu kasus saja,” kata Saraswati dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat (20/6/2014).

Saraswati mengatakan, angka tersebut sudah tahap mengkhawatirkan, dan perlu ada solusi dan pencegahan agar segera direalisasikan dengan melakukan kordinasi dengan lembaga terkait seperti Interpol, FBI, NCMEC dan ICMEC atau lembaga yang mengerti soal transaksi keuangan di internet rencananya akan diundang.

“Kami juga akan mengundang microsoft, CEO internet service provider seperti Indovision, Firstmedia dan sejenisnya, tim dari Google, Yahoo, financial provit provider seperti master card, visa dan bahkan bank-bank yang ikut di dalamnya, seperti BNI, Mandiri, BCA, semuanya,” tegas Saraswati.

Tren Pornografi

Kejahatan pada anak melalui materi internet khususnya industri pornografi marak terjadi. Pusat data kebijakan Arizona memperkirakan nilai industri pornografi anak bernilai 50 miliar dolar per tahun. Indonesia menempati urutan pertama sebagai pengunduh dan pengunggah konten pornografi penyiksaan terhadap anak di dunia.

Senada di katakan Ketua Yayasan Safe Childhood International, Nathalia Kira Catherine Perry bahwa Indonesia adalah negara nomor satu di dunia yang mengunduh video child abuse di internet.

“Namun, bukan berarti Indonesia adalah kasus terburuk. Tapi di sosial media itu yang terburuk, Indonesia yang paling terparah,” ucapnya.

Kasus semacam itu kata Nathalia tengah tren di internet. FBI sendiri melansir informasi bahwa terdapat 750 ribu pelaku kekerasan seksual terhadap anak di dunia maya.

“Modusnya itu pelaku aktif mencari foto, video atau bahkan anak yang live bisa mereka jadikan korban kekerasan seksual. Child abuse material sangat bahaya untuk anak di dunia ini,” katanya lagi.

Bahkan di dunia, lanjutnya, Indonesia berada di urutan 40 untuk masyarakat yang suka mengunduh dan menyaksikan foto-foro kekerasan seksual terhadap anak melalui internet. Data tersebut diperolehnya dari interpol. [bbi/age sumber http://techno.okezone.com]

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *