
Pertanyaan:
Pak Eko yang terhormat.
Perkenalkan saya salah satu korban banjir yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu. Walaupun saya sudah cukup menderita, tapi saya cukup bersyukur karena lebih baik keadaannya dari pada saudara-saudara saya lainnya (tidak sampai mengungsi).
Karena hal itu saya sekarang terpikirkan untuk memiliki asuransi. Menurut Bapak apa yang harus saya perhatikan dalam pemilihan asuransi ini? Mohon penjelasannya.
Hormat saya,
Riyadi (bukan nama sebenarnya) – Jakarta
Jawaban:
Mas Riyadi,
Sebelumnya saya ikut berduka atas bencana yang menimpa Anda. Walaupun Anda mengatakan cukup bersyukur, tentunya Anda tidak ingin hal ini terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya kan Mas Riyadi?
Memiliki asuransi adalah salah satu cara untuk mengantisipasi terjadinya kembali suatu musibah. Saya sering mengatakannya sebagai antisipasi terhadap risiko. Pada dasarnya ada 2 risiko penting yang berhubungan dengan diri Anda yaitu risiko atas diri pribadi dan risiko atas harta kekayaan yang Anda miliki. Jadi sebaiknya memang Anda memiliki perlindungan dalam hal ini asuransi untuk diri Anda (kesehatan dan jiwa) dan juga atas harta Anda (asuransi kerugian).

Nah dalam memilih asuransi, saran saya pilihlah asuransi yang benar-benar Anda butuhkan. Misalnya, untuk asuransi kesehatan, kalau Anda sudah memiliki proteksi atau perlindungan terhadap kesehatan yang diberikan oleh kantor, saran saya Anda tidak perlu mengambil asuransi kesehatan lagi kecuali bila asuransi tersebut menerima adanya klaim ganda. Artinya walaupun biaya kesehatan telah diganti oleh satu pihak, pihak asuransi tetap menjalankan fungsinya yaitu tetap mengganti biaya kesehatan Anda. Atau minimal perusahaan asuransi tersebut bersedia menganti biaya kesehatan bila plafond biaya kesehatan Anda yang diberikan kantor sudah terpakai semua.
Untuk asuransi kerugian, pilihlah yang benar-benar Anda butuhkan. Misalnya bila rumah Anda terletak di dekat sungai, maka risiko yang paling besar kemungkinan terjadinya adalah banjir. Walaupun tidak tertutup kemungkinan adanya kebakaran, tapi Anda bisa meminta pihak asuransi mengurangi premi kebakaran yang dikenakan karena rumah Anda dekat dengan sumber air. Sehingga kalau terjadi kebakaran akan relatif mudah teratasi dibandingkan bila rumah Anda jauh dari sumber air. Begitu pula sebaliknya. Bila rumah Anda terletak di dataran tinggi jangan mau bila ditawari asuransi yang memberikan perlindungan terhadap banjir. Walaupun itu mungkin, tapi kan kecil sekali kemungkinannya, ya tidak Mas Riyadi? Mengapa ini penting? Sebab makin banyak proteksi yang dicover oleh suatu perusahaan asuransi akan makin banyak pula besaran premi yang harus Anda tanggung. Padahal apa gunanya kita membayar premi yang tidak kita gunakan.
Nah Mas Riyadi, sekali lagi saran saya, pilih asuransi yang memang Anda butuhkan. Teliti tawaran yang diberikan, dan beranilah untuk menolak perlindungan yang tidak Anda butuhkan. [bbi/age dan Finansia Consulting]
Salam Finansia,
Eko Endarto, RFA
Perencana Keuangan
Finansia Consulting
Rubrik i-Consulting terselenggara atas kerjasama i-Care Bincang Bisnis Indonesia dengan Finansia Consulting Perencana Keuangan Independen.










