Wine Simbol Prestige?

koki duit

”A drop of wine can tell you so many stories…”. Yup, sooo many sampai sampai orang akan di buat bingung oleh wine which is so complicated but also meaningful. That is why we can never ever end up study about wine.

Sekarang ini wine semakin populer di kalangan sosialita di kota kota besar, terutama Jakarta. Wine dianggap sebagai simbol prestige. Kekompleksan dari wine itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya dari jenis jenisnya, tetapi dari mulai cara menikmatinya, asal usul wine, vintagenya ( Ini adalah pengetahuan dimana kita mengetahui tahun terbaik dari produksi wine. Semakin tua belum tentu semakin baik ), sampai memadu madankan dengan makanan memberikan sebuah pengalaman kuliner yang berbeda dibandingkan dengan minuman lain.

Bacaan Lainnya

Dilihat dari sejarahnya wine dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980-an dan semakin populer pada tahun 2000. Menurut Yohan Handoyo, Wine Director Decanter Jakarta, saat itu maraknya perbincangan tentang wine adalah sebuah fenomena global yang tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di Asia.

wine-toasting-col

Faktor faktor yang berkontribusi pada kepopuleran wine saat ini adalah meningkatnya warga yang bepergian keluar negeri sehingga wawasan tentang wine semakin terbuka lebar. Sementara itu para pendatang yang paham betul soal wine tidak keberatan untuk berbagi pengalaman menikmati wine dengan warga lokal. Suplai wine juga sangat tinggi . Berbagai jenis wine yang tersedia juga menambahakan kenyamanan para pecinta wine dalam memilihnya. Salah satu koleksi wine premium dari Vin+ misalnya, sebotol Chateau Petrus Pomerol, 1982, red wine asal Bordeaux, Prancis seharga Rp 98 juta.

Dalam sepuluh tahun terakhir, ada pergeseran penggemar wine di Indonesia. Dulu sebagian besar penggemar wine adalah ekspatriat dan hanya 10% warga lokal. Namun, kini jumlah warga lokal yang menggemari wine meningkat pesat. Komunitas wine pun semakin menjamur dimana mana. salah satu komunitas wine yang telah hadir cukup lama adalah Wine & Spirit Circle yang telah mempunyai 1200 anggota yang didominasi oleh ekspatriat, dengan anggota aktif sekitar 400 -500 orang. sementara Club Wine yang berdiri tahun 2005 beranggotakan 550 orang yang mayoritasnya adalah warga lokal. Selain itu, ada International Wine & Food Society, Wine Experience, Wine Club, dan masih banyak lagi.

Ketertarikan dalam setiap komunitas juga berbeda beda. Ada pecinta wine tertentu yang sengaja membentuk komunitas yang lebih eksklusif. Misalnya Sayang Bordeaux Indonesia Wine Club yang menjadi komunitas khusus para pecinta wine dari Bordeaux, daerah penghasil red wine klasik di Perancis. komunitas wine yang eksklusif juga mengadakan blind tasting ( Dengan botol wine yang ditutup pembungkus, peserta bersama sama menebak jenis wine apa yang sedang mereka cicipi).

red-wine-in-india

Wine dan makanan menjadi dua hal yang tak terpisahkan dari kegiatan komunitas wine. Penikmat wine tidak hanya mencicipi wine, tapi juga belajar mengapresiasikan wine dengan benar melalui wine tasting dan wine dinner. Saat wine tasting, para peserta bisa saling membandingkan rasa wine yang mereka cicipi. Ada teknik yang harus dikuasai, mulai dari penggunaan gelas kristal khusus, cara membuka botol, sampai menuangkan wine. Sebelum diminumpun gelas harusn diayun sedemikian rupa untuk melepaskan aroma wine. Dari aromanya, seseorang tidak hanya dapat mengetahui rasa wine tersebut, tapi juga lokasi pembuatan hingga jenis anggur apa yang digunakan. Untuk mengetahui berbagai jenis anggur.

Wine yang enak, begitu di minum rasanya enak, dan penialian ini tidak berhubungan dengan rating maupun harga wine tersebut. Butuh pemahaman lebih terhadap wine sebelum seseorang bisa fasih berbicara dan memberikan penilaian terhadap wine. Wine yang baik harus memiliki rasa yang kompleks dan tidak monoton, memiliki aging potential (bisa disimpan dalam waktu lama) dan rasa yang balance serta berkarakter. (bbi/age)

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60