Market Outlook, Jumat (14/11). Spekulasi bahwa OPEC masih akan menahan diri dari pengurangan produksi, membuat minyak tergelincir. Minyak WTI pun menuju penurunan mingguan beruntun terpanjang dalam hampir tiga dekade. Sementara Brent mencetak rekor penurunan terpanjang.
Kontrak minyak berjangka turun sebanyak 1.3% di New York dan siap untuk penurunan mingguan ketujuh, itu adalah penurunan beruntun terpanjang sejak Maret 1986. Merosotnya harga minyak mencerminkan dari meluasnya hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa Organization of Petroleum Exporting Countries akan mempertahankan produksi mereka, menurut laporan dari Goldman Sachs Group Inc. Cadangan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran untuk kontrak WTI, naik ke level tertinggi sejak Mei, di tunjukkan dalam laporan pemerintah AS.
Kepala Analis di Ayers Alliance Securities, Jonathan Barrat mengatakan, pasar saat ini sedang berjalan penuh ketakutan, ini akan surut dan bergerak tergantung bagaimana OPEC akan berpikir. Harga tidak akan naik sampai kita semakin dekat ke waktu pertemuan mereka.
Minyak WTI untuk Desember turun sebanyak 96 sen menjadi $73.25 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan saat ini bergerak di kisaran $73.90 pada pukul 16.22 wib. Kontrak kemarin turun sebanyak $2.97 menjadi $74.21, itu adalah level penutupan terendah sejak September 2010. Harga minyak telah turun sebanyak 25% pada tahun ini. (bbi/age)
Berikut ini prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks saham untuk hari ini, Jumat (14/11):
EUR/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 1.2400 untuk memicu momentum bearish lanjut mengincar area 1.2340. Di sisi atasnya, hanya penembusan konsisten diatas area 1.2500 baru dapat memicu skenario koreksi keatas menguji area 1.2530.
GBP/USD. Bias intraday cenderung bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.5670 untuk menambah tekanan bearish mengincar area support 1.5640. Di sisi atasnya, hanya penembusan konsisten diatas area 1.5770 baru dapat memicu skenario koreksi keatas kemungkinan menguji area 1.5845 seiring kondisi oversold pada harga.
USD/JPY. Bias intraday menjadi netral di jangka pendek dengan potensial range trading tampak di kisaran 114.75 – 115.90. Anjlok secara konsisten dibawah area 114.75 dapat memicu skenario koreksi bearish menguji area 114.40 atau bahkan lebih rendah. Di sisi atasnya, hanya penembusan diatas area 115.90 baru dapat melanjutkan trend bullish utama mengincar area resisten 116.45.
USD/CHF. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus diatas area 0.9675 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 0.9715. Support terdekat tampak di area 0.9590, penembusan konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 0.9550.
AUD/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan dibawah area 0.8670 untuk menambah momentum bearish mengincar area 0.8640. Resisten terdekat tampak di area 0.8790, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 0.8825.
XAU/USD. Naiknya indikator Stochastic pada grafik harian dapat memberikan kesempatan naik untuk jangka pendek. Namun, emas masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian dengan indikator MACD yang menurun dan ini dapat sinyalkan masih adanya tekanan penurunan. Sentimen cukup mixed dan ini dapat mendorong pergerakan sideways dengan kisaran perdagangan 1130 – 1180. Strategi: sell-on-rally dengan stop-loss 1169 dan profit-taking 1146. Di lain pihak, penembusan konsisten di atas 1168 dapat membuka peluang pengujian area 1175.
Hang Seng Futures. Kemampuan Hang Seng bertahan di dalam bullish channel dan diperdagangkan di atas MA 50-100-200 harian dapat menyediakan tenaga kenaikan. Namun, Hang Seng perlu mencatatkan level penutupan harian di atas 24200 untuk mempertahankan momeentum bullish; dimana kegagalan dapat mendorong aksi profit-taking. Strategi: buy-on-dip dengan stop-loss 23900 dan profit-taking 24200. Di lain pihak, penembusan konsisten di bawah 23920 dapat membuka peluang pengujian area 23805.
Nikkei Futures. Bias cukup bullish dengan Nikkei yang diperdagangkan di atas MA 50-100-200 harian dengan indikator MACD yang meningkat. Namun, tetap waspadai aksi profit-taking dengan indikator Stochastic harian yang berada di area overbought. Strategy: buy-on-dip dengan stop-loss 17320 dan profit-taking 17650. Di lain pihak, penembusan konsisten di bawah 17335 dapat membuka peluang pengujian area 17240.
Kospi Futures. Bias berpotensi bullish setelah harga kemarin ditutup di atas MA 50-100-200 dalam grafik 1 jam. Resisten terdekat terlihat di area 254.10, break di atas area tersebut seharusnya menegaskan bullish lanjutan ke 252.60. Untuk sisi sebaliknya, area 249.90 adalah support terdekat, tembus ke bawah dari zona tersebut akan membuat harga bergerak netral menguji ke area 249.00.
Dipersembahkan oleh
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.
Market Outlook berisikan berita, analisa dan prediksi tentang arah dan range pergerakan harga produk forex, indeks dan komoditi hari ini. Anda bisa mengembangkan tulisan ini sebagai informasi dan referensi dalam pembuatan trading plan. Semoga bermanfaat.








