JAKARTA – Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pertemuan G-20 di Bali nanti akan membahas dampak quantity easing dari Amerika Serikat (AS). Walaupun anggota G-20 yang masih terbilang sedikit, nampun hampir seluruh negara G-20 akan meminta koordinasi soal quantity easing.
“Yang dibawa Indonesia adalah bagaimana koordinasi bisa dilakukan karena efek dari QE seluruh emerging market alami persoalan, bagaimana transisinya, apa yang bisa dilakukan antara negara maju dan berkembang yang bisa dilakukan,” ujar Chatib di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9/2013).
Chatib mengatakan, efek quantity easing membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Namun tidak hanya di Indonesia, dampak tersebut juga dialami negara maju lain.
Oleh karena itu, Chatib mengatakan walaupun di G-20 anggota yang negara berkembang hanya sedikit, akan tetapi negara maju pun akan ada yang membicarakan dampak QE tersebut.
“Negara G-20 kan yang negara berkembang cuma Indonesia, India, saya enggak tahu Brazil dikategorikan apa, tapi seluruh negara kena efek QE,” tukas Chatib. (wan) (wdi)








