Berisikan berita dan analisa fundamental ekonomi yang berkaitan dengan pergerakan nilai tukar mata uang utama dunia. Bisa Anda gunakan sebagai informasi dan bahan referensi dalam melakukan transaksi yang berkaitan dengan valuta asing atau untuk kepentingan trading forex online. Diterbitkan setiap hari oleh Mr I Care. Semoga bermanfaat.
Putusan MK Dorong Rupiah Ke Level Tertinggi 3 Pekan
Rupiah menguat ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir setelah Mahkamah Konstitusi Indonesia menolak gugatan hasil pemilu 9 Juli, hasil tersebut semakin mengukuhkan hasil akhir untuk Joko Widodo untuk menjadi Presiden Indonesia pada bulan Oktober. “Penegasan dari MK atas kemenangan Jokowi memberikan dorongan kepastian yang besar terhadap pasar,” kata Khoon Goh, seorang analis mata uang di Australia & New Zealand Banking Group Ltd., di Singapura. Rupiah menguat 0.3% menjadi 11,650 per dollar pada pukul 09.10 wib, harga di tunjukan dari bank lokal. Rupiah sebelumnya menyentuh 11,643, itu adalah level terkuat sejak 1 Agustus, dan telah menguat sebesar 0.2% pada pekan ini.
Dini Hari Tadi Nilai Tukar EUR Terhadap Yen Jepang Melemah Tipis
Apa sebab nilai tukar Euro pada hari tadi (Jum’at, 22 Agustus 2014) melemah terhadap Yen Jepang? Dibuka pada 137.88 di awal perdagangan EURJPY (00.00 GMT), mata uang tersebut telah melemah sekitar -4 pips atau sekitar -0.03 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 137.845. Ini terkait laporan dari kantor statistik Eurostat kepada publik bahwa sektor konsumsi di kawasan Euro mengalami penurunan dan masih mengalami kontraksi lebih lanjut. Indikator fundamental ekonomi Consumer Confidence yang turun ke angka -10 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -8. Penurunan tersebut menunjukkan performa yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan turun ke angka -9. Euro terpantau bergerak turun merespon perkembangan tersebut.
Sterling Diperdagangkan di Posisi Terendah 4 Bulan
Sterling diperdagangkan di sekitar posisi terendah dalam lebih dari 4-bulan pada hari Kamis. Melambatnya penjualan ritel Inggris dan tekanan apresiasi Dollar AS yang ditopang Meeting Minutes Federal Reserve menjadi penyebabnya. Volume penjualan ritel tumbuh melemah pada kecepatan bulanan 0,1%, menurut laporan Office for National Statistics. Padahal prediksinya akan naik 0,4%. “Sebagian besar pergerakan Sterling masih dipengaruhi Meeting Minutes Fed, dan mungkin beberapa pertimbangan tentang minutes BoE,” kata Michael Sneyd, analis BNP Paribas di London.
Dollar Tergelincir Sebelum Pidato Yellen di Jackson Hole Wyoming
Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada pertemuan puncak tiga hari para gubernur bank sentral yang dimulai Jumat di Jackson Hole, Wyoming. Data positif AS yang dirilis pada Kamis gagal mengangkat dolar. Turunnya angka pengangguran yang direlease Departemen Tenaga Kerja pekan lalu, naiknya total penjualan existing-home sales sebesar 2,4 persen, dan adanya pembicaraan sebelumnya tentang tappering (penghentian atau pengurangan subsidi quatitative easing), tidak mampu mengangkat dollar.
Data Sektor Swasta Jerman Pulihkan EURUSD
Euro beranjak menjauhi level terendah 11-bulan versus Dollar AS pada hari Kamis pasca data pertumbuhan sektor swasta Jerman yang lebih baik dari perkiraan, namun itu tidak banyak merubah harapan tentang stimulus moneter lebih lanjut. Sektor swasta Jerman tumbuh untuk bulan ke-16 beruntun pada bulan Agustus, yang mengindikasikan jika ekonomi terbesar Eropa mungkin akan berekspansi kuat pada kuartal ke-3 setelah kontraksi mengejutkan pada kuartal ke-2. Sementara data Perancis menunjukkan stagnasi aktivitas bisnis di tengah kenaikan pertumbuhan sektor swasta.
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini hanya bersifat informasi saja. Mr I Care berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Semoga bermanfaat.








