Market Movers: Kekuatan Euro Akan Diuji Data PMI Sore Ini

koki duit

Indeks dollar AS menguat ke level 82.30 pagi ini (21/8) setelah minutes atau notulen rapat kebijakan moneter Bank Sentral AS dinihari tadi membicarakan soal kenaikan suku bunga acuan.

Meskipun terjadi diskusi soal waktu kenaikan suku bunga acuan, namun pasar yakin bahwa kenaikan suku bunga ini tidak akan dilangsungkan lebih cepat dari perkiraan semula yakni di awal semester 2 2014. Hal tersebut memberikan sentimen positif ke pasar saham AS semalam.

Bacaan Lainnya

Pagi ini data PMI Manufaktur China versi HSBC dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar, 50,3 vs 51.5. Hasil ini memberi tekanan pada indeks saham Hang Seng. Sementara indeks saham Kospi turun cukup dalam di awal sesi karena aksi jual saham Samsung menjelang rencana pemogokan kerja besok oleh karyawan Hyundai Motor yang tidak tertutup kemungkinan diikuti oleh karyawan dari KIA Motor dan Renault Samsung Motor juga mengikuti rencana ini. Indeks Nikkei terbantu penguatannya karena pelemahan yen Jepang. Yen Jepang saat ini sudah berada di kisaran 103.87 yen per dollar AS.

Sore ini dari Zona Euro akan dirilis data PMI aktivitas manufaktur dan jasa dari Jerman, Prancis dan zona Euro sendiri. Dan rata-rata ekspektasi para analis untuk data terbaru lebih rendah dari data bulan sebelumnya. Ini bisa memberikan tekanan turun baru bagi nilai tukar euro bila hasilnya sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Inggris akan merilis data penjualan ritel. Data ini akan memberikan indikasi soal daya beli warga dan kesehatan ekonomi Inggris. Data bulan Juli diprediksi mengalami kenaikan sebesar 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Data yang lebih bagus dari perkiraan bisa mendorong penguatan nilai tukar sterling. Selain itu Inggris juga akan merilis jumlah belanja bersih sektor publik untuk bulan Juli yang diprediksi -1,9 milyar poundsterling. Ini berarti jumlah penerimaan lebih besar dari jumlah belanja. Belanja dari sektor publik sering dianggap stimulus untuk membantu perekonomian. Pengurangan belanja ini bisa menekan turun nilai tukar poundsterling.

Malam hari, dari AS akan dirilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan, data Indeks Manufaktur kawasan Philadelphia dan data Penjualan Rumah Second. Data-data ini bisa mengkonfirmasi penguatan dollar AS bila dirilis lebih bagus dari prediksi pasar.

Dari bursa saham AS akan dirilis laporan earnings dari GAP Inc. Laporan ini akan dirilis setelah pasar saham AS ditutup dinihari nanti.

Dollar Kian Melambung Atas Taruhan Outlook Suku Bunga

Dollar berada di dekat level tertinggi dalam 11 bulan terhadap euro seiring trader meningkatkan taruhannya bahwa Federal Reserve akan naikan suku bunga pada bulan Juli tahun depan.

Indeks mata uang AS terhadap serangkaian mata uang utama berada di dekat level tertinggi dalam enam bulan sebelum para bankir bank sentral bertemu dalam pertemuan tahunan simposium di Jackson Hole, Wyoming. Minutes Fed pertemuan bulan Juli menunjukkan bahwa banyak pembuat kebijakan yang meningkatkan kemungkinan bahwa mereka mungkin akan naikan suku bunga lebih cepat dari yang di perkirakan.

“Fed minutes hasilnya lebih hawksih daripada yang investor perkirakan, dan itu menyebabkan pembelian dollar meningkat,” kata Tomohito Katagiri, seorang analis di Ueda Harlow Ltd., di Tokyo. “Karena mata uang AS melonjak cukup cepat, kenaikan lebih lanjut kemungkinan akan berjalan lebih lambat. Namun pada momen ini, saya tidak dapat menemukan alasan untuk menjual dollar.”

Dollar tidak banyak berubah di $1.32256 per euro pada pukul 08.17 wib dari kemarin, ketika dollar naik sebesar 0.5% dan menyentuh lebel $1.3256, itu adalah level terkuat sejak 13 September. Greenback membeli 103.71 yen dari 103.76 yen di New York, setelah kemarin naik sebesar 0.8% dan mencapai 103.85, itu adalah level tertinggi sejak 4 April. Euro hanya sedikit berubah di 137.51 yen.

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *