Komoditas Grains: Jagung, Kedelai dan Gandum Menguat

koki duit

Pada akhir perdagangan di bursa komoditas CBOT akhir pekan lalu harga komoditas jagung berjangka mengalami kenaikan untuk lima dari enam sesi belakangan di tengah sinyal meningkatnya permintaan jagung dari Amerika Serikat (30/12). Harga kedelai dan gandum juga turut menguat.

Eksportir jagung di Amerika Serikat menjual 1.48 juta metric ton jagung pada minggu yang berakhir tanggal 19 Desember lalu, naik 79 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Tahun ini, Brazil adalah eksportir terbesar di dunia, diikuti oleh Argentina baru kemudian Amerika Serikat.

Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret tampak mengalami kenaikan sebesar 0.3 persen dan ditutup pada posisi 4.275 dollar per bushel hari ini. Harga jagung mengarah untuk mengalami peningkatan bulanan pertamanya sejak Agustus.

Harga kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebesar 0.7 persen dan berakhir pada harga 13.1375 dollar per bushel. Sepanjang tahun 2013 ini harga kedelai sudah mengalami penurunan 6.8 persen.

Harga gandum berjangka untuk kontrak Maret mengalami kenaikan sebesar 0.5 persen dan ditutup di 6.09 dollar per bushel. Sebelumnya harga gandum sempat mengalami penurunan sebesar 0.4 persen. Pada sesi perdagangan Kamis harga gandum sempat menyentuh level 6.0075 dollar per bushel yang merupakan harga paling tinggi sejak bulan Mei 2012 yang lalu.

Tahun ini harga jagung berjangka CBOT telah mengalami penurunan tajam sebesar 39 persen. Harga komoditas ini mengarah untuk mengalami penurunan rekor dan terbesar di antara 24 komoditas yang ada dalam indeks S&P GSCI. Harga gandum telah mengalami penurunan sebesar 22 persen. [bbi/age disarikan dari berbagai sumber]

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *