Usia muda, bisnis sukses, kantong tebal. Barangkali itulah yang kini dilakoni Alfredo, 22 tahun. Mahasiswa UK Petra Surabaya itu tak pernah menyangka bisa mendulang pendapatan Rp 150 juta per bulan dari barber shop and bar yang ia rintis sejak 1 Mei 2014 lalu.
Barber shop and bar yang diberi nama Gold Smith tersebut berlokasi di Jalan Raya Gubeng 29, Surabaya. Tempat itu menjadi satu-satunya barber shop berkonsep bar pertama di Surabaya.
Diakui Alfredo, konsep tersebut didapatinya saat berkunjung di Jakarta dan Australia. “Kebetulan keluarga saya punya background pengusaha. Terlebih kesuksesan kakak saya yang sudah menjadi sukses di usia muda. Ini yang melecut saya untuk menjadi pengusaha,” terang mahasiswa Semester 8, jurusan Manajemen Perhotelan UK Petra Surabaya ini.
Menurut dia, bisnis barber shop dirasa cukup menjanjikan. Terlebih, dia memiliki passion yang berbeda dengan barber shop lain di Surabaya. Yakni memadupadankan berber shop dengan bar.
“Bisnis barber shop itu mudah sekali. Tidak butuh biaya banyak. Hanya modal awal untuk biaya membeli peralatan barber shop. Selanjutnya kita bisa mendapatkan keuntungan,” katanya.
Alfredo lalu menuturkan, tujuannya memadupadankan konsep barber shop dan bar lantaran untuk memberikan pelayanan bagi konsumennya yang sedang potong rambut.
“Biasanya kalau potong rambut diantarkan pacar. Biar tidak jenuh, sang pacar bisa santai menunggu di bar kami,” terang dia.
Lewat sentuhan tangan dinginnya, Alfredo menyulap barber shop sebagai tempat yang nyaman dan asyik untuk saling berbagi. Alfredo juga tidak segan memberikan diskon kepada pelanggannya. Ini menurutnya untuk menguatkan brand usahanya.
“Usaha ini baru lima bulan. Tapi karena banyaknya pengunjung yang datang pendapatan kita sudah mencapai Rp 120 hingga Rp 150 juta per bulan,” bebernya.
Alfredo juga mengaku strategi diskon ini dirasa sangat membantu mengenalkan usahanya kepada masyarakat. “Target kami memang menguatkan pangsa pasar dulu. Baru tahun berikutnya kami akan genjot profitnya,” terang pria yang mengaku menghabiskan modal Rp 3 miliar untuk bisnisnya itu.
Saat ini, Alfredo merasa mentap untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, dia mengaku telah menargetkan membuka beberapa cabang barber shop and bar baru di sejumlah kota di Indonesia.
“Sekarang kan sudah bisa dilihat hasilnya. Rencananya, kita akan mengembangkan usaha lagi di kota lainnya. Karena bisnis ini sangat menjanjikan,” ucap dia, lalu tersenyum. (bbi/age/wh)
Gold Smith, Barber Shop Berkonsep Bar Pertama di Surabaya
Usia muda, bisnis sukses, kantong tebal. Barangkali itulah yang kini dilakoni Alfredo, 22 tahun. Mahasiswa UK Petra Surabaya itu tak pernah menyangka bisa mendulang pendapatan Rp 150 juta per bulan dari barber shop and bar yang ia rintis sejak 1 Mei 2014 lalu.
Barber shop and bar yang diberi nama Gold Smith tersebut berlokasi di Jalan Raya Gubeng 29, Surabaya. Tempat itu menjadi satu-satunya barber shop berkonsep bar pertama di Surabaya.
Diakui Alfredo, konsep tersebut didapatinya saat berkunjung di Jakarta dan Australia. “Kebetulan keluarga saya punya background pengusaha. Terlebih kesuksesan kakak saya yang sudah menjadi sukses di usia muda. Ini yang melecut saya untuk menjadi pengusaha,” terang mahasiswa Semester 8, jurusan Manajemen Perhotelan UK Petra Surabaya ini.
Menurut dia, bisnis barber shop dirasa cukup menjanjikan. Terlebih, dia memiliki passion yang berbeda dengan barber shop lain di Surabaya. Yakni memadupadankan berber shop dengan bar.
“Bisnis barber shop itu mudah sekali. Tidak butuh biaya banyak. Hanya modal awal untuk biaya membeli peralatan barber shop. Selanjutnya kita bisa mendapatkan keuntungan,” katanya.
Alfredo lalu menuturkan, tujuannya memadupadankan konsep barber shop dan bar lantaran untuk memberikan pelayanan bagi konsumennya yang sedang potong rambut.
“Biasanya kalau potong rambut diantarkan pacar. Biar tidak jenuh, sang pacar bisa santai menunggu di bar kami,” terang dia.
Lewat sentuhan tangan dinginnya, Alfredo menyulap barber shop sebagai tempat yang nyaman dan asyik untuk saling berbagi. Alfredo juga tidak segan memberikan diskon kepada pelanggannya. Ini menurutnya untuk menguatkan brand usahanya.
“Usaha ini baru lima bulan. Tapi karena banyaknya pengunjung yang datang pendapatan kita sudah mencapai Rp 120 hingga Rp 150 juta per bulan,” bebernya.
Alfredo juga mengaku strategi diskon ini dirasa sangat membantu mengenalkan usahanya kepada masyarakat. “Target kami memang menguatkan pangsa pasar dulu. Baru tahun berikutnya kami akan genjot profitnya,” terang pria yang mengaku menghabiskan modal Rp 3 miliar untuk bisnisnya itu.
Saat ini, Alfredo merasa mentap untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, dia mengaku telah menargetkan membuka beberapa cabang barber shop and bar baru di sejumlah kota di Indonesia.
“Sekarang kan sudah bisa dilihat hasilnya. Rencananya, kita akan mengembangkan usaha lagi di kota lainnya. Karena bisnis ini sangat menjanjikan,” ucap dia, lalu tersenyum. (wh)








