Menjadi seorang Brand Manager di perusahaan sebesar Relaxa tentu bukan perkara mudah. Ada jalan berliku yang harus dilalui sebelum duduk nyaman disana. Hal itu juga dialami oleh Lydia Angelina. Setelah dua tahun bekerja untuk anak perusahaan PT Agel Langgeng lainnya, ia pun dipercaya untuk menjabat sebagai brand manager permen yang sudah eksis lebih dari 20 tahun silam ini.
Selama bekerja untuk Relaxa, Lydia, begitu ia biasa disapa mencatatkan berbagai prestasi. Ia mampu memaintain penjualan permen yang terkenal akan warna hijaunya tersebut. “Setiap tahun, tim selalu achive target yang dibebankan. Hal tersebut tentunya merupakan berkah tersendiri untuk saya pribadi,” kenangnya.
Hebatnya, meski dalam beberapa tahun terakhir perekonomian tengah lesu, angka penjualan yang dihasilkan tetap stabil setiap tahunnya. Ia mengakui, rahasia dibalik sales tersebut terletak dari sinergi yang dijalankan oleh tim promosi maupun sales. Kedua tim ini memang kerap terlibat secara langsung, baik dari segi kegiatan, perencanaan program maupun kegiatan-kegiatan yang menunjang penjualan lainnya.
Disamping kolaborasi tersebut, Wanita berparas oriental ini juga kerap mencanangkan evaluasi untuk setiap pekerjaan yang tengah atau sudah dilakukan. Hal itu dilakukan agar maintan produk bisa terus terjaga. “Menurut saya, evaluasi adalah hal yang penting. Darisana, kita bisa melihat efektivitas kerja. Jika program berjalan baik. Kita bisa jalan terus. Sebaliknya, saat program tak berjalan sesuai harapan, revisi dan penggantian bisa menjadi diambil menjadi sebuah solusi yang cukup jitu,” ungkapnya.
Tiga tahun menjabat sebagai brand manager, Lydia juga memberikan sumbangsih nyata untuk brand. Lewat tangan dinginnya, Relaxa berhasil merengkuh berbagai penghargaan bergengsi. Tahun lalu, Top Brand, Top Brand Kids, Social Media Award berhasil dibawa pulang ke kantor mereka yang terletak di bilangan Bekasi, Jawa Barat. Pun tahun ini, di Bulan Maret kemarin, brand yang berdiri sejak tahun 1993 ini berhasil merengkuh Wow Brand Award.
Diantara penghargaan yang telah direngkuh, ada satu yang menurut Lydia cukup prestis. Yakni saat brandnya meraih penghargaan internal yang diadakan PT Agel Langgeng. “Di 2015, kita mendapatkan penghargaan internal. Rasanya cukup memuaskan karena kita telah membuktikan diri kepada brand lainnya,” tambah Lydia.
Di tahun 2017 ini, ia berharap perusahaan dapat tumbuh dari sisi sales, produk yang dihasilkan semakin dikenal masyarakat serta konsumen bisa terus menikmati manisnya permen yang diproduksi oleh Relaxa. Semoga saja. (bbi/age sumber: bisnisupdate.com)








