
Pergerakan
harga Saham PT Industri Jamu dan FarmasiSidoMuncul Tbk (SIDO) pada
perdagangan perdananya dibuka menguat di level Rp 660 per saham dari penawaran
harga pada saat Initial
Public Offering (IPO) sebesar Rp 580 per saham. Tercatat saham ini
sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp 720 per saham dan level
terendahnya di angka Rp 640 per saham. Saham ini ditransaksikan sebanyak 227
kali dengan volume 31 ribu lot dengan nilai transaksi Rp 10 miliar.
Pemilik
merek jamuSidoMuncul ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia (BEI) hingga 15 miliar. Sementara yang dilepas ke publik sebanyak 1,5
miliar saham atau setara 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan
harga saham Rp 580 per saham, total dana segar yang berhasil diraih sebesar Rp
870 miliar. Dana hasil Initial
Public Offering (IPO) akan digunakan untuk modal kerja, investasi,
dan pengembangan sistem teknologi dan informasi (TI). Rinciannya, sekitar
56% dana hasil IPO ini akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja, sebanyak
42% untuk investasi, dan 2% sisanya untuk pengembangan sistem IT.
Sesuai
rencana, sebagian dana yang sudah dialokasikan untuk investasi akan dipakai
untuk membeli tanah sekitar 10 hektar di Semarang. Di tanah barunya itu
perseroan akan membangun pabrik baru untuk memproduksi produk Tolak
Angin. Dana investasi juga akan digunakan anak usaha perseroan, PT Muncul
Mekar, untuk membeli tanah 18.000 meter persergi untuk membangun gudang barang
jadi, dan sisanya untuk membeli mesin produksi oleh PT Semarang Herbal Indo
Plant. [bbi/age disarikan dari Finance Roll]








