HIGHLIGHT

Saham Mc Donald Pimpin Wall Street Turun Tajam

Market Outlook, Selasa (9/12). Penjualan Mc Donald secara global turun sebesar 2,2 persen untuk periode November 2014 dibanding bulan sebelumnya. Perusahaan raksasa makanan cepat saji bahkan mengalami penurunan hingga 4,6 persen untuk area Amerika Serikat. Ini mengindikasikan penjualan terburuk dal

HIGHLIGHT

Memasuki Bulan Natal Wall Street Pun Naik

Market Outlook, Senin (8/12). Pekan pertama bulan Natal diawali dengan naiknya bursa saham Wall Street. Indeks Standard & Poor500 (SPX) ditutup naik 0,2 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sempat menyentuh level 18.000. Nasdaq juga menguat, naik 11,32 poin atau 0,24% ke level 4,7

Komentar Draghi Benamkan Harga Emas

Market Outlook, Jumat (512). Saran Wakil Gubernur the Fed Stanley Fischer agar Presiden ECB Mario Draghi mengambil kebijakan melakukan pembelian obligasi pemerintah untuk mendongkrak perekonomian Eropa ternyata semalam di-iyakan. ECB akan berencana akan melakukan pembelian berbagai macam aset tapi t

Bursa Saham Amerika Turun Tajam

Market Outlook, Selasa (2/12). Indeks saham Dow Jones turun 51,44 poin (0,29 persen) ke level 17.776,9. Diikuti indeks saham S&P 500 melemah 14,12 poin atau 0,68 persen ke level 2.053,44. Sementara itu, indeks saham Nasdaq tergelincir 64,28 poin atau 1,34 persen ke level 4.727,35. Selasa (2/12)

Dolar Australia Terbebani Jatuhnya Harga Biji Besi

Market Outlook, Kamis (20/11). Diantara mayor curencies (mata uang utama dunia) yang ada, mata uang Dolar Australia dikenal sebagai mata uang komoditi. Dia selalu berjalan seiring dengan naik turunnya komoditi seperti emas dan besi. Nah, jatuhnya harga biji besi hingga ke level terendah 5 tahun tera

Profit Taking di Bursa Saham Jepang

Market Outlook, Rabu (19/11). Bursa saham Jepang memangkas gain pada awal sesi hari Rabu seiring investor melakukan profit taking setelah Perdana Menteri Shinzo Abe menunda kenaikan pajak dan mengatakan akan menggelar pemilu lebih awal untuk mencari mandat baru untuk kebijakan ekonominya. Bursa saha

Gerilya OPEC Menjelang Pertemuan di Vienna

Market Outlook, Senin (17/11). Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh sedang bersiap untuk mengunjungi Uni Emirat Arab pekan ini, menggarisbawahi kecemasan mendalam di antara negara anggota OPEC terkait anjloknya harga minyak. Pasca kunjungan ke Kuwait dan Qatar pekan lalu untuk mendiskusika

Spekulasi OPEC Membuat Minyak Tergelincir

Market Outlook, Jumat (14/11). Spekulasi bahwa OPEC masih akan menahan diri dari pengurangan produksi, membuat minyak tergelincir. Minyak WTI pun menuju penurunan mingguan beruntun terpanjang dalam hampir tiga dekade. Sementara Brent mencetak rekor penurunan terpanjang.

Ikuti Wall Street, Bursa Saham Jepang Bergerak Flat

Market Outlook, Kamis (13/11). Saat kemarin Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mewacanakan percepatan pemilu, yen langsung anjlok ke level terendah 7 tahun terhadap dollar Amerika. (Baca: Spekulasi Percepatan Pemilu Lemahkan Yen). Sebaliknya, pelemahan yen ini langsung memberikan sentimen positif bag

Spekulasi Percepatan Pemilu Lemahkan Yen

Market Outlook, Rabu (12/11). Yen langsung anjlok ke level terendah 7 tahun terhadap dollar setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mempertimbangkan untuk menunda kenaikan pajak penjualan dan bersiap untuk menggelar pemilu lebih awal bulan depan. Berikut ini prediksi pergerakan harga forex, komodi

Dollar Amerika Masih Jadi Idola

Market Outlook, Selasa (11/11). Di tengah-tengah serangkaian acara APEC, KTTG20, dan rapat Bank Sentral beberapa negara pekan ini, Indeks Dollar AS ternyata masih menjadi pilihan utama. Selepas pulih pasca pelemahan karena data tenaga kerjanya yang kurang memenuhi harapan pasar, indeks Dollar AS reb

The Stock Connect Program Bikin Hangseng Rebound

Market Outlook, Senin (10/11). Hang Seng rebound di perdagangan awal pekan (10/11) berkat besarnya minat beli pasar terhadap ekuitas saham setelah pihak regulator sekuritas mengumumkan dibukanya program koneksi jaringan antara bursa saham Hong Kong dan Shanghai efektif mulai 17 November mendatang.

Morgan Stanley Menilai Jokowi Rapuh Jaga Rupiah

Market Outlook (Rabu, 5/11). Morgan Stanley memproyeksi rupiah hingga akhir tahun akan turun 8.7% menjadi 12,600 per dollar Amerika. Ini disebabkan kegagalan Jokowi dalam mepersuasi partai pendukung Prabowo. Ini terlihat setelah kompetitor Jokowi mencetak beberapa kemenangan di parlemen termasuk pem