Ratu Jamu Gendong Candi Borobudur

Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi siapa dari 22 perempuan penjual jamu yang berhasil meraih gelar ratu. Para finalis ini memperebutkan gelar Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan 2014.

Pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan 2014 yang diprakarsai sejak 2008 oleh perusahaan jamu, PT Jamu Jago ini akan menggelar acara puncak pada Minggu (7/12) malam besok. Sejak Jumat (5/12), mereka menjalani karantina sebagai tahapan seleksi yang dipusatkan di Hotel Pondok Tingal, sekitar 500 meter timur Candi Borobudur.

Bacaan Lainnya

Hari ini, mereka mengunjungi sejumlah destinasi wisata desa di kawasan wisata sekitar Candi Borobudur. Ke-22 finalis itu mendatangi pusat kerajinan gerabah tradisional di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, sekitar 3,5 kilometer selatan Candi Borobudur. Para Finalis juga mendatangi tempat kerajinan kayu “Rik Rok” dan pembuatan rengginang. Keduanya di Dusun Tingal, Desa Wanurejo, sekitar 1,5 kilometer timur Candi Borobudur.

Ketua Panitia Pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Teladan 2014 Aries Rahardjo mengatakan kunjungan ke desa wisata di sekitar Candi Borobudur memperluas wawasan para finalis tersebut. Mereka terdiri atas 13 finalis pemilihan Ratu Jamu Gendong 2014 dan sembilan finalis Jamu Gendong Teladan 2014

“Ini bertujuan memperluas wawasan mereka tentang desa-desa wisata, tentang dunia usaha masyarakat desa-desa wisata di sini. Mereka setiap hari juga menjalani usaha ekonomi melalui produk jamu tradisional dan kemasan, tentu hal ini bermanfaat untuk pengetahuan mereka,” katanya, Sabtu (6/12).

Aries menjelaskan kriteria penilaian pemilihan Ratu Jamu Gendong dan Jamu Gendong Teladan 2014, antara lain pengetahuan tentang jamu, kemampuan menyeduh dan menjual, keterampilan interpersonal, etika, dan penampilan.

Peserta pemilihan Ratu Jamu Gendong berusia 18-35 tahun, sedangkan Jamu Gendong Teladan 35-55 tahun. Tahapan audisi yang diikuti 707 orang berlangsung di tujuh kota, yakni Jakarta, Bogor, Bandung, Cikampek, Cirebon, Semarang, dan Solo, sejak Agustus hingga Oktober 2014. (bbi/age)

Pos terkait