Bersadarkan Berita Resmi Statistik pertumbuhan ekonomi Jawa Timur meningkat yaitu 6,4% selama triwulan I/2014 mampu mengungguli pencapaian nasional yang hanya sebesar 5,21% pada periode yang sama. Performa pertumbuhan ekonomi Jatim itu sekaligus merupakan pertumbuhan tertinggi dibandingkan semua provinsi di Pulau Jawa. Sebagai contoh, DKI Jakarta hanya tumbuh 5,99%, Jawa Barat 5,49%, Jawa Tengah 5,37%, dan Provinsi Banten 5,20%. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tumbuh dengan baik dikarenakan pertumbuhan tertinggi yang dicapai oleh sektor perdagangan hotel dan restoran dengan kontribusinya 2,20%, yang sebagian besar berada di Surabaya. Diikuti oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi pertumbuhan 1,65%, pengangkutan dan komunikasi 0,72%, keuangan persewaan dan jasa perusahaan 0,42%, dan jasa-jasa 0,68%.
Surabaya sebagai centre of growth ekonomi Jawa Timur dan merupakan salah satu pintu gerbang perdagangan utama di wilayah Indonesia Timur. Dengan segala potensi, fasilitas, dan keunggulan geografisnya, Surabaya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sektor primer, sekunder, dan tersier di kota ini sangat mendukung untuk semakin memperkokoh Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa.
Hal lain yang mendukung adalah iklim perekonomian yang kondusif di Kota Pahlawan, sehingga banyak di lirik investor untuk berinvestasi dengan banyaknya pengurusan perijinan dan legalitas usaha. Faktanya, pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Pahlawan, terus bergerak naik secara signifikan. Di awal tahun ini, pertumbuhan ekonomi sudah menyentuh satu digit. Sekarang sudah di angka 7,35 % dan diharapkan kembali meningkat pada tahun 2015 menjadi 7,58%. Ini merupakan syarat penting untuk pertumbuhan kota yang kuat. Termasuk untuk menyambut era Asean Free Trade Area (AFTA) yang akan diberlakukan pada 2015 mendatang.
Pertumbuhan ekonomi Surabaya dibidang usaha berpengaruh besar pula terhadap kebutuhan akan ruang usaha itu sendiri, karena tuntutan itulah akhirnya banyak tumbuh dan bermunculan tempat – tempat usaha yang ter-cluster dan terkelola secara baik pula diantaranya Komplek Ruko – Rukan bahkan Office Building yang terkelola secara baik.
Di pasar office building kebutuhan akan gedung atau ruangan untuk perkantoran di area Surabaya dimungkinkan akan terus bertambah mengingat perubahan struktur ekonomi daerah ini serta perubahan peta bisnis daerah di sekitarnya, seperti telah beroperasinya eksplorasi minyak bumi Blok Cepu dan dijadikannya kota Gresik, Lamongan dan Tuban sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Surabaya dengan fasilitas yang lengkap seperti hotel berbintang, apartemen, sport center, rumah sakit berstandar internasional, sarana hiburan, shopping center, office building dan sebagainya akan menjadi daya tarik bagi pebisnis yang terlibat dalam aktivitas eksplorasi Blok Cepu berikut mata rantainya. Secara umum, fasilitas-fasilitas yang ada di Surabaya tersebut belum dapat dijumpai di wilayah Bojonegoro, Blora dan sekitarnya.
Permintaan office building di Surabaya cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari tingkat ocupancy yang cukup tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tren perkembangan kantor sewa di kawasan Surabaya terutama di kawasan Basuki Rahmat mempunyai tingkat ocupancy yang tinggi. (bbi/age)
