Menebak Hasil Rapat FOMC Dini Hari Nanti

koki duit

Market Outlook, Rabu (29/10). Rapat FOMC yang berlangsung dua hari ini (28-29 Oktober) masih menjadi fokus utama pelaku pasar. Direncanakan hasil rapat akan dirilis Kamis dini hari nanti.

Dua tema utama rapat FOMC kali ini dipercaya akan menjadi faktor penggerak pasar (market mover) yang signifikan; (1) Penghentian program stimulus Quantitative Easing (QE), dan (2) Kenaikan bunga bank Amerika.

Bacaan Lainnya

 

Quantitative Easing 

Kebijakan QE mulai dijalankan sejak AS didera krisis keuangan pada 2008-2009, QE pada dasarnya merupakan amunisi tradisional dari Bank Sentral manakala kehabisan peluru untuk memangkas suku bunga dan harus mencari trik baru. Umumnya kebijakan ini dinyatakan sebagai suatu program “extraordinary stimulus”, dengan pondasi langkah-langkah pembelian obligasi oleh bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga.

Kebijakan QE ini dijalankan oleh AS dalam tiga babak. Akhir 2008-2010 merupakan babak pertama dimana The Fed menyuntik hampir $2.1 trilyun untuk belanja surat utang dan sekuritas berbasis kredit (MBS). Program ini berhenti sementara setelah The Fed isyaratkan keyakinannya bahwa kondisi ekonomi AS telah mengalami peningkatan.

Nyatanya, ekonomi AS melemah kembali di tahun itu sehingga pada bulan November 2010 The Fed kembali meluncurkan QE babak kedua. QE kedua ini berakhir 2011 setelah The Fed membelanjakan tak kurang $600 milyar untuk belanja Obligasi dan MBS. Sekali lagi, meski The Fed cukup optimis awalnya, namun di akhir 2012, The Fed kembali meluncurkan QE babak ketiga, kali ini setiap bulannya mereka belanja $85 milyar. Pada awal 2014, The Fed mulai melakukan pengurangan besaran anggaran belanja obligasi ini secara bertahap. Program pengurangan anggaran QE ini dikenal dengan nama Tapering.

Melalui kebijakan tappering ini subsidi anggaran QE secara bertahap sudah berkurang, hingga di periode terakhir ini, The Fed mengucurkan subsidi ‘hanya’ sekitar US$ 10 miliar per bulan.

 

Suku Bunga Amerika

Pelaku pasar mencermati perkembangan suku bunga acuan AS. Bank sentral AS menyatakan, ada kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dalam enam bulan mendatang.

Saat ini suku bunga acuan AS mendekati nol, dan diprediksi ada kemungkinan naik 1% pada semester kedua 2015, dan naik lagi menjadi 2,25% pada 2016.

“Aksi jual akan terjadi di bursa saham Asia. Tingkat suku bunga The Fed akan naik 1% pada akhir 2015. Kami bisa melihat arus keluar dana asing dari emerging market kembali ke AS terutama mengingat kekhawatiran tentang perlambatan sisa ekonomi China,” ujar Toby Lawson, Head of Futures, Options, Cash Equities Newedge Group SA, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis pekan ini.

 

Menebak Hasil Rapat FOMC

Diprediksi banyak pihak FOMC kali ini akan mengeluarkan pernyataan tentang penghentian program QE ketiga pada Oktober ini dan selanjutnya tentang rencana kenaikan bunga bank di akhir 2015 nanti. Benarkah demikian? Kita tunggu Kamis dini hari nanti. (bbi/age)

 


Berikut ini prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks saham untuk hari ini, Rabu (29/10):


 

Valas Bincang Bisnis Indonesia

EUR/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang potensi perdagangan antara area 1.2620 – 1.2900. Penembusan konsisten di atas area 1.2900 akan memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut menguji kembali area 1.2940. Pada pergerakan ke bawah, hanya penembusan dibawah area 1.2620 yang akan melanjutkan tren bearish menuju area support kunci 1.2520.

GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang perdagangan potensial antara area 1.6050 – 1.6190, penembusan konsisten di atas area 1.6190 akan memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut menguji kembali area 1.6235. Pada pergerakan ke bawah, hanya penembusan dibawah area 1.6020 yang akan melanjutkan tren bearish menguji kembali area support 1.5960.

USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek khususnya jika harga mampu menembus di atas area 180.50 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut membidik area resisten 109.00. Pada pergerakan ke bawah, hanya penembusan di bawah area 107.20 akan memicu skenario koreksi bearish lebih lanjut menguji kembali area 106.75 sebelum kembali pulih ke atas.

USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek khususnya jika harga mampu menembus di atas area 0.9495 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9550. Support terdekat berada pada kisaran area 0.9410, penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek kemungkinan menguji area 0.9370.

AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan penembusan di atas area 0.8875 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.8925. Support terdekat berada pada kisaran area 0.8810, penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek kemungkinan menguji kembali area 0.8760, sebelum pulih ke atas.

 

 


Emas Bincang Bisnis Indonesia

XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1221. Diperlukan penembusan di bawah area tersebut untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 1212. Namun, kegagalan menembus di bawah area 1221 akan membawa harga naik akibat indikator stochastic berada pada wilayah jenuh jual. Penembusan konsisten di atas area 1233 akan memberikan dorongan pada harga untuk menguji area 1242.

 

 


Hangseng Bincang Bisnis Indonesia

Hang Seng Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 23710. Dibutuhkan penembusan di atas area tersebut untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23860. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 23440, penembusan dan gerakan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, berpotensi menguji area 23230.

Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat berada pada kisaran 15450, sementara support pada kisaran 15260. Penembusan di atas area 15450 akan membawa bias kembali ke bullish menuju area 15570. Disisi lain, penembusan konsisten di bawah area 15260 seharusnya menambah tekanan bearish untuk menguji area 15135.

Kospi Futures. Bias masih bearish selama harga bertahan di bawah area 248.55, dengan break ke bawah area 243.00 dapat memicu momentum bearish lanjutan menuju area 240.55 sebagai level rendah belakangan ini. Resisten terdekat ada pada area 245.50, break ke atas area ini dapat membuka peluang untuk menguji area 248.55. Hanya break ke atas area ini yang dapat menghambat outlook bearish saat ini untuk bergerak naik menuju area 251.00.

 

Dipersembahkan oleh

Mr. I Care

The Best Investment Care

08213 9009 710

PIN 29FCF486

 

 


Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.


Market Outlook berisikan berita, analisa dan prediksi tentang arah dan range pergerakan harga produk forex, indeks dan komoditi hari ini. Anda bisa mengembangkan tulisan ini sebagai informasi dan referensi dalam pembuatan trading plan. Semoga bermanfaat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *