Pekan ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga BI Rate yang sebagian pasar berharap akan ada penurunan.
Zona Amerika: rilis data Building Permits pada Selasa malam; dilanjutkan FOMC Meeting Minutes pada Kamis dini hari; kemudian data tenaga kerja Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam; ditutup dengan rilis data inflasi Core CPI m/m pada Jumat malam.
Zona Eropa: rilis data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; disambung dengan rilis MPC Official Bank Rate Votes Inggris pada Rabu sore; berikutnya data German Flash Manufacturing PMI pada Kamis sore; diakhiri dengan rilis German Ifo Business Climate pada Jumat sore.
Zona Asia Australia: rilis suku bunga BI Rate pada Selasa siang dimana sebagian pasar berharap akan ada penurunan bunga; berikutnya rilis HSBC Flash Manufacturing PMI China pada Kamis pagi.
Pasar Forex
Mata uang dollar terlihat melanjutkan pelemahannya setelah rilis data industri dan kepercayaan konsumen di Amerika yang terpantau mengecewakan menimbulkan sentimen belum waktunya suku bunga dinaikkan, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau melemah ke level 93.310.
Pasar Saham
Pasar saham Asia secara umum menguat oleh berkurangnya kekuatiran pasar akan kemungkinan kenaikan suku bunga di AS secara dalam waktu dekat ini. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 19732. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat lagi ke level 27815. Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir menguat dipengaruhi oleh perkiraan pasar bahwa kenaikan bunga the Fed belum akan dapat dilakukan dengan segera setelah rilis data industri dan keyakinan konsumen AS yang ternyata kurang menggembirakan. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 18,270.32, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18283 dan 18320, sementara support di level 17730 dan 17570. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2,121.22, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2125 dan 2150, sementara support pada level 2067 dan 2030.
Pasar Emas
Emas terpantau menguat meski lambat ke level $1222.50 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1245 dan berikut $1300, serta support pada $1175 dan $1140. Di Indonesia, harga emas terpantau menguat ke level Rp515,400.
Berikut ini adalah prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks Senin ini (18/5).
EUR/USD. Bias berpotensi bullish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.1450, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke 1.1530. Untuk sisi sebaliknya, area 1.1370 adalah level support terdekat, break di bawah area tersebut seharusnya memicu tekanan bearish menargetkan ke area 1.1285.
GBP/USD. Bias bullish untuk jangka pendek didukung sinyal bullish dari indikator MACD di dalam grafik 4-jam. Level resisten terdekat berada di 1.5830, break di atas area tersebut dapat berikan momentum lainnya untuk pergerakan bullish menargetkan ke 1.5875 sebelum menguji ulang ke wilayah 1.5930. Sementara itu untuk sisi bawahnya, area 1.5700 adalah support terdekat, break di bawah area tersebut, harga mungkin akan bergerak netral seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 1.5630 sebelum membidik ke 1.5565.
USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran 119.00, break di bawah area tersebut seharusnya akan memicu harga lebih rendah lagi menguji ke 118.50. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di 119.55, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke wilayah 120.85.
USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek, meskipun masih dibutuhkan penembusan konsisten di bawah area 0.9110 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji ulang area 0.9070 sebelum mengincar area 0.9030. Sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 0.9175. Break kembali di atas area tersebut berpotensi membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji area 0.9210. MA-21 di sekitar 0.9240 akan bertindak sebagai resistensi berikutnya.
AUD/USD. Bias cenderung bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break konsisten di bawah area 0.8070. Yang bisa memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.8030, sebelum mengincar area 0.7990. Sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 0.8105. Break kembali di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 0.8135. Resistensi berikutnya dapat dijumpai di area 0.8165.
XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek dengan resisten terdekat terlihat di kisaran area 1231. Pergerakan konsisten naik ke atas area ini seharusnya dapat menggiring harga untuk menargetkan area 1237 atau bahkan resisten kunci 1243. Sementara itu, jika harga turun lebih rendah dari support terdekat di kisaran 1217 maka harga berpotensi mendapatkan tekanan tambahan dan akan membidik area 1210 atau support yang lebih rendah di kisaran 1205.
Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek, namun kami masih lebih memilih outlook bullish selama harga bertahan di atas area 27445 menuju area 28000 atau bahkan area 28400. Sementara itu, break kembali ke bawah area 27445 dapat memicu koreksi bearish lanjutan menuju support kunci pada area 27000 sebelum menguji area 26700.
Nikkei Futures. Harga masih gagal untuk bertahan di atas area 19750 pada hari Jumat, dibutuhkan pergerakan konstan di atas area tersebut unutk memicu momentum bullish lanutan menuju area 19950 sebagai target bullish selanjutnya. Support terdekat masih terdapat pada area 19600, diikuti oleh area 19440. Hanya break ke bawah area ini yang berpotensi mengakhiri outlook bullish saat ini dan mendorong harga turun untuk menguji area 19215.
Kospi Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih bullish terutama jika harga mampu clear break di atas area 264.55. Yang bisa memicu pergerakan bullish lebih lanjut menuju area 265.30 atau bahkan area 265.90. Sebaliknya, support terdekat dapat dijumpai di area 263.35. Penembusan secara konsisten di bawah area tersebut berpotensi membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 262.75. Support berikutnya berada di area 262.15.
Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.
