Harga Oil (CLS10) belum banyak bergerak pada perdagangan sesi Asia, berada dalam rentang US$ 77,07 – US$ 77,33 per barel. Kemarin Oil mengalami penurunan hampir US$ 1 setelah data Conference Board menunjukkan leading index Amerika Serikat bulan Januari -0,4%, lebih buruk dari bulan sebelumnya dan forecast di Trading Central sebesar -0,2%.
Penurunan leading index tersebut menjadi indikasi adanya risiko perlambatan ekonomi. Saat perekonomian melambat, maka ada potensi penurunan permintaan Oil. Data tersebut masih akan menjadi sentimen negatif pada perdagangan sesi Eropa.
Simak analisa selengkapnya disini.(bbi/aye)
- Editor: Agung Yunianto.SIP
- Sumber: mifx
