Indonesia Properti Watch (IPW) menilai, rencana pemerintah yang akan memberikan lampu hijau terhadap kepemilikan asing di Indonesia bisa memicu Property Bubble. Direktur IPW, Ali Tranghanda mengatakan, pihaknya bereaksi keras bila kepemilikan asing tidak diatur dengan standar yang benar. Usulan kepemilikan asing hanya untuk apartemen mewah disambut baik oleh IPW.
Namun, kata Ali, perlu diperjelas untuk standar harga berapa yang termasuk kategori mewah. Sebab, lanjut dia, saat ini pemerintah dinilai tidak mempunyai batasan yang benar mengenai hal tersebut, termasuk mengkategorikan properti mewah dengan harga Rp 2 miliar dan super mewah Rp 5 miliar. Bila nantinya batasan apartemen seharga Rp 2 miliar bisa dimiliki asing maka dapat dipastikan properti akan diborong oleh orang asing. Bahkan dengan batasan harga Rp 5 miliar pun asing akan merangsek masuk ke Indonesia, tegas Ali dalam siaran persnya, beberapa waktulalu.
Ali mengatakan, meski kran asing dibuka, namun penerimaan pajak dari sektor properti tidak akan setinggi yang diperkirakan. Dengan batasan yang terlalu rendah akan membuat pasar di segmen tersebut menjadi semakin naik tidak terkendali.
Jangankan dibuka kepemilikan asing, belum dibuka saja harga tersebut sudah naik tidak terkendali. Tidak ada jaminan harga tidak akan naik karena standar harganya bukan standar pasar lokal, melainkan standar regional yang membuat patokan harga tersebut sangat kecil, kata dia.
IPW mengingatkan, harga properti yang tidak terkendali dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia tidak akan bubble karena pembeli masih merupakan pasar lokal. Namun bila kepemilikan asing dibuka, maka harga akan naik tidak terkendali dan akan menciptakan bubble. Hal itu didorong oleh standar harga regional yang akan terus naik dan merupakan kenaikan semu.
Sebaiknya pemerintah tidak mencontoh negara lain ketika kepemilikan asing dibuka.Dari semua negara yang membuka kepemilikan asing, maka pasar properti di negara tersebut akan mengalami bubble. Contohnya adalah China, Malaysia, Vietnam, dan Singapura yang telah mengalami bubble di sektor properti, dimana pasar apartemen jatuh 20 persen. (bbi/age/bst)
