Dini Hari Ini Dollar AS Menguat Cukup Tajam
Kurs Dollar AS pada dini hari ini (20 Agustus) menguat terhadap Dollar Kanada . Dibuka pada 1.0889 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah naik sekitar 50 pips atau sekitar 0.46 % dan nilai bergulir tampak berada pada kisaran 1.0940.
Sentimen positif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat setelah Census Bureau menyampaikan bahwa kinerja sektor perumahan di Amerika Serikat mengalami peningkatan.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan kenaikan pada indikator fundamental ekonomi Housing Starts yang naik 1.09M dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.95M. Pengumuman positif tersebut menunjukkan kinerja yang lebih tinggi dari harapan sejumlah ekonom yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 0.97M.
Ketidakpastian Ekonomi Dorong RBA Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Australia
Bank sentral Australia hingga saat ini masih menyampaikan bahwa prospek ekonomi negaranya masih belum jelas karena suku bunga acuan rendah yang masih tetap dipertahankan hingga hari ini. Hingga saat ini suku bunga tidak berubah pada rekor rendah 2,5 persen. Selain itu pertumbuhan PDB cenderung melambat ke kecepatan yang lebih moderat pada kuartal kedua tahun lalu.
Gubernur RBA, Glenn Stevens, saat ini sedang berusaha mendongkrak permintaan domestik untuk mengimbangi perlambatan dari sisi investasi pertambangani.
Ditengah ketidakpastian kondisi Australia saat ini, Glenn memangkas proyeksi pertumbuhan dan inflasi serta memprediksi pertumbuhan upah akan cenderung stagnan.
Tingkat pengangguran Australia tercatat naik menjadi 6,4 persen pada Juli lalu dari level 6 persen pada bulan Juni. Tingkat pengangguran Australia saat ini memang tercatat lebih tinggi daripada tingkat pegangguran AS untuk pertama kalinya sejak tahun 2007 lalu.
Kebijakan moneter yang longgar (ease monetary policy) yang diberlakukan saat ini di Australia telah mendorong pasar properti. Harga rumah di Australia naik 1,8 persen pada kuartal kedua jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan naik 10,1 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meski demikian, berdasarkan laporan yang dimiliki, tingkat kepercayaan bisnis dan konsumen di Negeri Kanguru justru berhasil meningkat ke level tertingginya sejak September lalu. Saat ini, nilai tukar mata uang yang tinggi menjadi salah satu hambatan dalam menyeimbangkan lesunya investasi pertambangan.
Data Inflasi Inggris Mengecewakan Sterling
Sterling anjlok ke level terendah 4-bulan versus Dollar AS dan mendekati posisi terendah 2-bulan versus Euro pada hari Selasa setelah data inflasi yang lebih buruk dari perkiraan mengurangi tekanan pada Bank of England untuk segera menaikkan suku bunga.
Office for National Statistics melaporkan harga konsumen tumbuh pada kecepatan tahunan 1,6% di bulan Juli, jauh di bawah target 2% dari BoE. Para ekonom sebelumnya memprediksi inflasi akan turun menjadi 1,8% dari 1,9% di bulan Juni. Pada basis bulanan, CPI Inggris turun 0,3%.
“Dengan komentar dovish yang dilontarkan Gubernur BoE Mark Carney pekan lalu, angka inflasi itu akan memberikan Monetary Policy Committee alasan tambahan untuk menunda pengetatan kebijakan moneter hingga setidaknya kuartal pertama 2015,” kata Jake Trask, dealer korporasi pada UKForex.
SNB Berpotensi Menahan Plafon Franc Hingga 2016
Franc Swiss melemah lebih lanjut seiring para ekonom memprediksi Swiss National Bank akan mempertahankan batas nilai tukar Franc untuk setidaknya 2 tahun lagi, mengingat kebangkitan ekonomi zona Euro yang tak kunjung mendapatkan traksi.
Lebih dari 3/4 responden dalam sebuah survey bulanan terhadap 23 ekonom menilai SNB akan menahan plafon Swissie pada 1.20 per Euro setidaknya sampai tahun 2016. Resiko deflasi dan resesi yang dihadirkan krisis hutang zona Euro telah memaksa SNB mematok nilai tukar Franc sejak 3 tahun lalu.
“Selama ECB tidak menaikkan suku bunga, SNB tidak bisa melakukan apa-apa,” kata David Marmet, seorang ekonom pada Zuercher Kantonalbank. “ECB terlihat masih sangat ragu-ragu untuk bertindak, dan itu mengakibatkan momen Swiss untuk bertindak juga terhambat.”
Data Perumahan Solid, Greenback Melejit
Greenback menyentuh level tertinggi 9-bulan versus Euro pada hari Selasa pasca data perumahan AS yang solid kembali mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih awal.
Housing Starts melonjak 15,7% menjadi 1,09 juta unit pada bulan Juli, yang menghentikan penurunan 2 bulan beruntun, menurut Departemen Perdagangan. Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan CPI naik tipis 0,1% pada bulan lalu, sesuai estimasi. Terlepas dari data perumahan yang kuat, para analis tetap yakin minutes rapat Fed bulan Juli yang dirilis hari Rabu masih akan menunjukkan nada dovish.
“Data cukup mengindikasikan bahwa pertumbuhan di Amerika Serikat terus mengungguli negara-negara maju lainnya,” kata Sireen Harajli, analis forex pada Mizuho Corporate Bank di New York. “Hanya masalah waktu sebelum Fed harus memperketat kebijakan moneter.”








