Emas mencatat penurunan 3-sesi beruntun pada hari Jumat, namun masih mampu membukukan sedikit kenaikan mingguan, seiring para trader mencerna komentar dari petinggi-petinggi Federal Reserve untuk mencari petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Perbedaan arah kebijakan moneter antara AS dan negara-negara utama lainnya, termasuk di Eropa dan Jepang, sejauh ini masih menjadi faktor penggerak utama dalam perdagangan logam mulia dan valuta asing.
Pada hari Jumat, Presiden Fed Boston Eric Rosengren, salah satu anggota voting kebijakan suku bunga bank sentral AS, kembali melontarkan keinginannya untuk menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Komentar tersebut mendatangkan dukungan bagi Dollar dan sebaliknya telah menempatkan bullion di bawah tekanan jual.
Pembuat kebijakan Fed dijadwalkan bertemu pada 20-21 September mendatang untuk menetapkan kebijakan tingkat suku bunga, dengan masa tenang sebelum pertemuan akan dimulai hari Selasa. (bbi/age, sumber: monexnews)








