Dibalik Hiruk Pikuk Perang Tarif, Apa dan Bagaimana Perang Tarif itu?

koki duit

Sebenarnya apa itu tarif? Bagaimana cara kerjanya? Dan mengapa Amerika melakukan perang tarif? Berikut ulasannya.

Mari kita bahas lebih dalam mengenai tarif perdagangan:

Bacaan Lainnya

Apa itu Tarif?

Tarif adalah sejenis pajak atau bea yang dikenakan oleh pemerintah suatu negara pada barang-barang yang masuk (impor) atau kadang-kadang keluar (ekspor) dari negara tersebut.

Tarif juga dikenal sebagai bea masuk atau bea keluar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan harga barang impor sehingga menjadi kurang kompetitif dibandingkan produk domestik.

Ada beberapa jenis tarif:

* Tarif Spesifik (Specific Tariffs): Dikenakan sebagai beban tetap per unit barang yang diimpor, tanpa melihat nilai barangnya. Contoh: $5 untuk setiap barel minyak.

* Tarif Ad Valorem (Ad Valorem Tariffs): Dikenakan sebagai persentase tertentu dari nilai barang yang diimpor. Contoh: tarif 10% atas mobil yang diimpor.

* Tarif Campuran (Compound Tariffs): Kombinasi dari tarif spesifik dan ad valorem.

* Tarif Preferensi (Preferential Tariffs): Tarif khusus yang tidak dikenakan pada komoditas tertentu, biasanya karena adanya perjanjian khusus antara negara pengimpor dan pengekspor (misalnya dalam perjanjian perdagangan bebas).

Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kerja tarif cukup sederhana:

* Peningkatan Harga Barang Impor: Ketika suatu negara mengenakan tarif pada barang impor, harga barang tersebut akan otomatis naik di pasar domestik negara pengimpor. Ini karena importir harus membayar tarif tersebut kepada pemerintah, dan biaya ini biasanya dibebankan kepada konsumen dalam bentuk harga jual yang lebih tinggi.

* Dampak pada Daya Saing: Dengan naiknya harga barang impor, produk domestik yang sejenis menjadi lebih kompetitif dari segi harga. Hal ini diharapkan akan mendorong konsumen untuk lebih memilih produk lokal.

* Pengurangan Volume Impor: Akibat kenaikan harga dan pergeseran preferensi konsumen, volume impor barang yang dikenai tarif cenderung menurun.

* Pendapatan Negara: Pemerintah yang menerapkan tarif akan mendapatkan pemasukan tambahan dari bea yang terkumpul. Pendapatan ini dapat digunakan untuk membiayai berbagai program publik.

* Potensi Balasan: Seringkali, negara yang dikenakan tarif akan membalas dengan menerapkan tarif serupa pada barang-barang dari negara yang memulai, memicu apa yang disebut “perang dagang.”

Contoh perhitungan sederhana:

Misalkan sebuah negara mengenakan tarif ad valorem 25% pada mobil impor yang berharga $20.000.
* Harga mobil impor awal: $20.000
* Tarif: 25% dari $20.000 = $5.000
* Harga mobil di pasar domestik setelah tarif: $20.000 + $5.000 = $25.000

Dengan demikian, harga mobil impor menjadi $25.000, sehingga mobil produksi dalam negeri dengan harga $22.000 mungkin terlihat lebih menarik bagi konsumen.

Mengapa Amerika Melakukan Itu?

Amerika Serikat, seperti negara lain, memberlakukan tarif karena berbagai alasan, yang seringkali tumpang tindih:

* Melindungi Industri Domestik (Proteksionisme): Ini adalah salah satu alasan utama. Dengan membuat barang impor lebih mahal, tarif membantu melindungi produsen lokal dari persaingan produk asing yang mungkin lebih murah.

Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan industri dalam negeri, mempertahankan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Contohnya, jika AS melihat industri baja domestiknya terancam oleh impor baja murah, mereka mungkin memberlakukan tarif pada baja impor.

* Menyeimbangkan Neraca Perdagangan: Amerika Serikat seringkali memiliki defisit perdagangan, yang berarti mereka mengimpor lebih banyak daripada mengekspor.

Dengan mengenakan tarif, AS berharap dapat mengurangi impor dan pada akhirnya membantu menyeimbangkan neraca perdagangannya.

* Sebagai Alat Negosiasi (Leverage): Tarif sering digunakan sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi perdagangan.

Dengan mengancam atau memberlakukan tarif, AS berusaha memaksa negara lain untuk mengubah praktik perdagangan mereka yang dianggap tidak adil, membuka pasar mereka untuk produk AS, atau memenuhi tuntutan lain (misalnya, terkait kekayaan intelektual).

Kasus China adalah contoh klasik di mana tarif digunakan untuk menekan China agar mengakhiri praktik seperti pencurian kekayaan intelektual dan subsidi negara.

* Menghasilkan Pendapatan Negara: Meskipun bukan tujuan utama tarif saat ini bagi negara-negara maju, tarif secara historis merupakan sumber pendapatan penting bagi pemerintah.

* Keamanan Nasional: Dalam beberapa kasus, tarif dibenarkan atas dasar keamanan nasional, terutama untuk industri-industri vital seperti pertahanan, teknologi, atau energi.

Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan asing yang mungkin terganggu dalam situasi krisis.

* Membalas Praktik Perdagangan Tidak Adil: Jika AS merasa suatu negara melakukan praktik dumping (menjual barang di bawah harga pasar di negara asalnya) atau memberikan subsidi yang tidak adil kepada industrinya, AS mungkin akan mengenakan tarif sebagai tindakan balasan.

Dalam konteks kebijakan Trump, alasan proteksionisme dan penggunaan tarif sebagai alat negosiasi sangat menonjol, dengan tujuan “America First” dan mencoba membawa kembali manufaktur ke AS. (bbi/aye)

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x60